Program Gentengisasi: Mengganti Atap Rumah untuk Keindahan dan Kenyamanan
Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan rencana Presiden Prabowo Subianto mengenai penggantian atap rumah dari seng ke genteng berbasis fly ash. Program ini bertujuan untuk mempercantik dan meningkatkan kenyamanan hunian di Indonesia.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos
Dinamakan 'Gentengisasi', inisiatif ini merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI yang secara resmi diluncurkan dalam Rakornas pada 2 Februari 2026 di Bogor, Jawa Barat. Penekanan pada penggunaan material ramah lingkungan menjadi salah satu fokus utama dari program ini.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah telah menghitung biaya dan metodologi untuk penggantian atap. Ia mengindikasikan kemungkinan pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mendukung proyek Gentengisasi.
Airlangga menyatakan, 'Biayanya tadi sudah kita hitung juga.' Pernyataan ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memberikan dukungan finansial bagi keberhasilan program tersebut.
Penggabungan antara perencanaan anggaran dan pelaksanaan program menjadi aspek kunci yang akan diperhatikan untuk memastikan program ini dapat berjalan dengan baik.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Dalam peluncuran program, Prabowo Subianto mengungkapkan pentingnya mengganti atap seng yang cenderung panas dan berkarat. Ia menyatakan, 'Seng ini panas untuk penghuni. Seng ini juga berkarat. Jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng.'
Prabowo berpendapat bahwa bergantinya atap dengan genteng berbasis fly ash yang ramah lingkungan dapat meningkatkan keindahan dan kenyamanan di tiap hunian.
Ia berkomitmen untuk memastikan seluruh atap di Indonesia menggunakan genteng dan mendorong Koperasi Merah Putih untuk mendirikan pabrik genteng.
Prabowo menyatakan bahwa pabrik genteng akan memanfaatkan sumber daya lokal seperti tanah dan campuran limbah untuk memproduksi genteng. 'Genteng itu bahan bakunya dari tanah dan dengan dicampur dengan beberapa zat limbah lainnya bisa ringan dan kuat,' jelasnya.
Pendirian pabrik genteng diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong perekonomian lokal melalui pembentukan koperasi yang menghasilkan genteng secara massal.
Inisiatif ini diharapkan tidak hanya mengubah tampilan dan kenyamanan rumah, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan kesejahteraan bagi masyarakat.
Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: