Penurunan Signifikan Harga Emas di Pasar Global
Harga emas mengalami penurunan yang mencolok dalam penutupan perdagangan terbaru di New York, dengan penurunan mencapai 3,15 persen menjadi USD 4.730,58 per troy ounce.
Baca juga: Apple Siapkan Peluncuran iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Data dari Bloomberg menunjukkan bahwa fluktuasi harga emas dalam sehari berkisar antara USD 4.586,44 hingga USD 4.885,01 setelah dibuka di level USD 4.790,13.
Koreksi harga emas saat ini merupakan akibat dari kenaikan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh pembelian besar-besaran oleh bank sentral yang beralih ke emas.
Investor global juga mencari emas sebagai aset aman ketika mata uang mengalami penurunan, mendorong banyak pihak untuk merevaluasi strategi investasi mereka.
Aktivitas spekulatif yang meningkat dari China juga berkontribusi pada reli harga emas, meski saat ini tren menunjukkan indikasi konsolidasi.
Kekhawatiran mengenai independensi The Federal Reserve dan berbagai konfrontasi geopolitik mulai memengaruhi pasar emas secara signifikan.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta
Jay Hatfield, Kepala Investasi di hedge fund Infrastructure Capital Advisors, menjelaskan, 'Sekitar tiga atau empat minggu lalu kami telah mengidentifikasi bahwa ini berubah menjadi perdagangan momentum, bukan perdagangan fundamental.'
Ketika ketidakpastian meningkat, investor mulai mencari logam mulia sebagai pilihan yang lebih aman, menciptakan demam pembelian di pasar.
Pasar perak memperlihatkan pergerakan harga yang lebih dramatis dibandingkan dengan emas, dengan nilai tahunan mencapai USD 98 miliar.
Sebagai perbandingan, nilai pasar emas adalah USD 787 miliar, menunjukkan bahwa pasar perak masih jauh lebih kecil.
Pada hari Jumat, iShares Silver Trust mencatatkan perdagangan lebih dari USD 40 miliar, mencerminkan minat tinggi dari para investor.
Sperzel dari Heraeus menambahkan, 'Untuk ukuran batangan tertentu, stok sudah habis terjual beberapa minggu sebelumnya, namun orang-orang tetap membelinya.'
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: