Jokowi Tegaskan Dukungan Penuh untuk PSI di Makassar
Presiden Joko Widodo menggarisbawahi komitmennya untuk berkolaborasi secara maksimal demi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam Rakernas yang berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026). Ia percaya bahwa dukungan ini diperlukan untuk memperkuat jalinan politik yang positif di tanah air.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kematian Ojol: Kompol Cosmas Dinyatakan Melanggar Etika
Dalam sambutannya, Jokowi mengajak seluruh kader PSI untuk berjuang dengan penuh semangat agar cita-cita bersama dapat tercapai."Saudara bekerja keras untuk PSI, saya pun akan bekerja keras untuk PSI," tegasnya.
Di acara tersebut, Jokowi tidak hanya menyampaikan niatnya, tetapi juga menegaskan pentingnya dedikasi bagi kader-kader PSI. Ia berseru, "Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI, saya pun akan bekerja mati-matian untuk PSI!" yang direspons dengan tepuk tangan meriah dari para peserta.
Pernyataan tersebut menunjukkan tekad Jokowi untuk mendukung PSI sebagai partai yang dia anggap penting dalam iklim politik sekarang. "Saudara bekerja habis-habisan untuk PSI, saya pun akan bekerja habis-habisan untuk PSI!" katanya.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Jokowi kemudian menggarisbawahi makna perjuangan tersebut dan pentingnya memiliki partai yang baik dalam lanskap politik Indonesia. Ia mengatakan, "Negara ini perlu partai yang baik. Perlu politik kebaikan, politik untuk kebaikan," menegaskan harapannya terhadap PSI.
Dalam Rakernas tersebut, PSI secara resmi menetapkan Jokowi sebagai tokoh utama dalam setiap kampanye mereka. Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, mengumumkan, "DPP telah menetapkan Pak Jokowi sebagai tokoh utama, Pak Jokowi sebagai figur utama kita, sebagai panutan partai ini."
Penetapan ini tidak semata-mata berdasarkan status Jokowi sebagai mantan Presiden. Ahmad Ali menjelaskan bahwa pilihan terhadap Jokowi lebih karena sosoknya yang menjadi teladan dan patron politik bagi PSI, serta bisa memotivasi partai untuk terus bergerak maju.
Hal ini menandai hubungan yang semakin erat antara Jokowi dan PSI, di mana kehadirannya diharapkan memberikan dampak positif terhadap basis pemilih PSI di seluruh Indonesia, memperkuat posisi mereka menjelang pemilihan yang akan datang.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni: Polisi Kembali Barang yang Hilang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: