BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 29 JANUARI 2026 • 18:56 WIB

Mengurai Alasan Masyarakat Menyusutkan Keterlibatan di Media Sosial

Mengurai Alasan Masyarakat Menyusutkan Keterlibatan di Media SosialMengurai Alasan Masyarakat Menyusutkan Keterlibatan di Media Sosial

Dalam beberapa tahun belakangan, terlihat tren masyarakat yang semakin menurunkan aktivitas di sosial media. Beragam faktor seperti kesehatan mental dan masalah privasi menjadi pemicu perubahan ini.

Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Komitmen Terhadap Transparansi Anggaran

Fenomena ini semakin mencolok, di mana banyak individu lebih memilih untuk menikmati waktu offline. Mari kita selami lebih dalam apa yang mendorong perubahan perilaku ini.

Kesehatan Mental

Salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap pengurangan aktivitas di sosial media adalah dampak negatif terhadap kesehatan mental. Banyak pengguna merasa tertekan akibat ekspektasi untuk senantiasa menunjukkan citra yang sempurna.

Penelitian mengonfirmasi bahwa penggunaan sosial media yang berlebihan dapat memicu kecemasan, depresi, dan rasa kesepian. Dalam pencarian akan kesejahteraan, sejumlah orang memilih untuk mengurangi keterlibatan mereka di dunia maya.

Kenneth, seorang psikolog, menyatakan, "Interaksi di dunia maya sering kali berbeda dengan interaksi langsung. Rasa tidak puas dan perbandingan sosial bisa memperburuk kondisi mental seseorang."

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool, Bursa Transfer Musim Panas Berakhir

Isu Privasi

Isu privasi juga menjadi pendorong utama bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan platform sosial. Banyak individu mulai menyadari potensi penyalahgunaan data pribadi oleh perusahaan teknologi.

Kekhawatiran tentang pengawasan serta pencurian identitas kian meningkat, sehingga masyarakat memilih untuk lebih selektif dalam berbagi informasi pribadi. Hal ini berkontribusi pada rasa tidak nyaman dalam menggunakan media sosial.

Rina, seorang pengguna aktif, mengungkapkan, "Saya merasa lebih aman dan tenang tanpa harus membagikan segala sesuatu secara online."

Kebutuhan untuk Koneksi Nyata

Kebutuhan akan hubungan yang lebih nyata dan mendalam juga menjadi alasan mengapa banyak orang beralih dari interaksi virtual ke tatap muka. Banyak orang merasakan bahwa komunikasi melalui layar mengurangi kualitas hubungan yang mereka bangun.

Kegiatan seperti berkumpul dengan teman dan menghabiskan waktu bersama keluarga kini dianggap lebih berarti dibanding sekadar berbagi status atau memberikan 'like' di media sosial. Ini juga dilatarbelakangi oleh lemahnya interaksi sosial yang muncul akibat ketergantungan pada platform digital.

Ferdy, seorang mahasiswa, mengatakan, "Saya lebih suka pergi ke kafe dan ngobrol langsung dengan teman. Itu jauh lebih seru dibandingkan chatting di grup."

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mengurai Alasan Masyarakat Menyusutkan Keterlibatan di Media Sosial

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!