Mengungkap Aktivitas Otak di Balik Istirahat
Ketika kita berpikir sedang beristirahat, otak ternyata sedang melakukan berbagai proses penting. Aktivitas ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan produktivitas kita, bahkan saat kita terlelap.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Berbagai penelitian terbaru menunjukkan bahwa otak tidak pernah benar-benar 'off'. Dalam momen tenang ini, otak kita melakukan penguatan ingatan dan pemrosesan informasi yang telah kita terima sepanjang hari.
Salah satu fungsi krusial otak selama istirahat adalah memperkuat memori. Saat tidur, otak mengkonsolidasikan informasi, memindahkannya dari memori jangka pendek ke jangka panjang.
Menurut studi, tidur yang cukup meningkatkan kemampuan belajar. Meskipun kita terjaga terus menyerap informasi, mengingat lebih mudah dilakukan saat kita tidur dan otak merangkai ulang info tersebut.
Sebagai contoh, peneliti dari Universitas Harvard menemukan bahwa partisipan yang tidur setelah belajar dapat mengingat lebih banyak dibandingkan mereka yang tidak tidur.
Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Proses pembersihan racun di otak juga sangat signifikan saat kita beristirahat. Selama tidur, sistem glymphatic berfungsi lebih aktif, menghilangkan limbah yang dihasilkan oleh sel-sel otak.
Proses ini krusial untuk menjaga kesehatan otak dan mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif. Tanpa cukup tidur, otak berisiko mengalami penumpukan racun yang berbahaya.
Berdasarkan penelitian, kekurangan tidur tidak hanya mengganggu fungsi kognitif tetapi juga dapat meningkatkan risiko penyakit Alzheimer di kemudian hari.
Beristirahat memberi kesempatan bagi sel-sel di otak untuk mengalami regenerasi. Sel-sel yang aktif ini memperbaiki dan mengganti sel-sel yang rusak, menjaga fungsi otak.
Tidak hanya fisik, istirahat juga penting untuk kesehatan mental. Ketika menghadapi stres atau kelelahan, otak membutuhkan waktu untuk memulihkan diri dan mengatur ulang emosi.
Penelitian terbaru menunjukkan ada hubungan antara kurang tidur dengan peningkatan gejala depresi dan kegelisahan, menekankan betapa pentingnya cukup istirahat untuk menjaga kesehatan mental.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: