BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 29 JANUARI 2026 • 12:13 WIB

Kanselir Jerman Perkirakan Akhir Rezim Iran Semakin Dekat

Kanselir Jerman Perkirakan Akhir Rezim Iran Semakin DekatKanselir Jerman Perkirakan Akhir Rezim Iran Semakin Dekat

Kanselir Jerman, Friedrich Merz, baru-baru ini mengungkapkan bahwa rezim di Iran sedang berada di ambang kehancuran dan diperkirakan hanya memiliki waktu yang sangat terbatas untuk bertahan.

Baca juga: Apple Siapkan Peluncuran iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Pernyataan ini muncul seiring ancaman serius dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait tindakan represif pemerintah Iran terhadap para demonstran.

Pernyataan Friedrich Merz

Dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Rumania, Ilie Bolojan, Merz menegaskan, 'Rezim yang hanya dapat mempertahankan kekuasaan melalui kekerasan dan teror terhadap penduduknya sendiri: hari-harinya sudah dihitung.'

Beliau menambahkan, 'Mungkin hanya beberapa minggu lagi, tetapi rezim ini tidak memiliki legitimasi untuk memerintah negara,' yang menunjukkan analisis mendalam mengenai situasi di Iran.

Pernyataan ini sejalan dengan serangkaian demonstrasi yang terjadi belakangan ini, yang dikabarkan menyebabkan tingginya jumlah korban jiwa.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana

Data Korban yang Mengkhawatirkan

Kelompok hak asasi manusia, Human Rights Activists News Agency (HRANA), melaporkan telah memverifikasi lebih dari 6.200 kematian dalam gelombang demonstrasi antipemerintah sejak akhir Desember tahun lalu.

Para aktivis mengingatkan bahwa jumlah korban sebenarnya bisa jauh lebih tinggi, mengingat pemadaman internet yang sering menghambat proses konfirmasi informasi.

Merz mencatat, 'Jumlah korban tewas yang dilaporkan mencapai ribuan selama demonstrasi baru-baru ini menunjukkan bahwa rezim mullah tampaknya hanya dapat mempertahankan kekuasaan melalui teror semata.'

Dukungan Terhadap Tekanan Internasional

Kanselir Jerman ini juga menunjukkan dukungannya terhadap inisiatif Italia dan negara-negara Eropa lainnya untuk menjadikan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris.

'Saya sangat menyesal bahwa masih ada satu atau dua negara di Uni Eropa yang belum siap untuk mendukung penetapan tersebut,' ucap Merz.

Dalam perkembangan terbaru, Presiden Trump menambah tekanan dengan menyatakan, 'waktu hampir habis bagi Iran untuk menghindari intervensi militer AS.'

Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kanselir Jerman Perkirakan Akhir Rezim Iran Semakin Dekat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!