Langkah Menlu RI Tangani WNI Terlibat Penipuan di Kamboja
Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, mengumumkan langkah-langkah penting untuk menangani warga negara Indonesia yang terlibat dalam penipuan di Kamboja.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Dengarkan Aspirasi Mahasiswa dalam Pertemuan di Senayan
Ia menjelaskan bahwa pihak KBRI Phnom Penh sedang melakukan pendataan dan verifikasi terhadap WNI yang terdampar di sana.
Dalam penjelasannya, Menteri Sugiono menyatakan, 'Perintah yang saya sampaikan kepada KBRI kita di Phnom Penh itu untuk melakukan pendataan, verifikasi mengenai warga negara Indonesia yang terdampak.' Ini bertujuan agar proses pemulangan bagi WNI yang teribat dalam aktivitas scam menjadi lebih mudah.
Data menunjukkan ada 2.277 WNI yang mengajukan permohonan bantuan untuk kepulangan setelah operasi penindakan pemerintah Kamboja. Pengumpulan informasi ini menjadi kunci agar semua WNI yang mengalami kesulitan dapat terlayani dengan baik.
Dilaporkan bahwa terjadi tren penurunan jumlah warga yang meminta bantuan, dengan 122 WNI melapor pada tanggal 24 Januari 2026. Penurunan ini menandakan bahwa upaya penindakan terhadap kegiatan penipuan di Kamboja mulai membuahkan hasil.
Baca juga: Kunto Aji Serukan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kesadaran Masyarakat
Sugiono menegaskan, 'Dan soal nanti penegakan hukum, tentu saja kita serahkan kepada penegak hukum.' Ia mengajak semua pihak untuk memberi perhatian pada hak-hak WNI yang terlibat dan memastikan proses hukum berlangsung adil.
Beberapa WNI terpaksa meninggalkan pekerjaan mereka seiring tindakan pemerintah Kamboja terhadap aktivitas penipuan. Dampak ini dapat menambah jumlah warga yang memerlukan bantuan untuk kembali ke Indonesia.
KBRI Phnom Penh terus memantau situasi dan menyusun strategi untuk menangani laporan yang masuk. Upaya ini berfokus pada penguatan kerjasama dengan instansi terkait dalam penanganan kasus yang ada.
Tim bantuan yang terdiri dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Imigrasi Indonesia telah dikirim ke Phnom Penh untuk pendataan dan asesmen kasus. Mereka juga bertugas menerbitkan surat perjalanan laksana paspor bagi WNI yang tidak memiliki dokumen perjalanan.
Sugiono menekankan bahwa dukungan ini bertujuan mempercepat proses di lapangan. KBRI menyatakan, 'Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat berbagai proses di lapangan.'
Sebagian besar WNI kini tinggal di guest house di Phnom Penh, dan keberadaan mereka terus dimonitor oleh KBRI untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan mereka sambil menunggu kepulangan.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool, Bursa Transfer Musim Panas Berakhir
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: