BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 27 JANUARI 2026 • 14:10 WIB

Peringatan BNN Tentang Bahaya Dinitrogen Oksida: Risiko Kesehatan yang Mengintai

Peringatan BNN Tentang Bahaya Dinitrogen Oksida: Risiko Kesehatan yang MengintaiPeringatan BNN Tentang Bahaya Dinitrogen Oksida: Risiko Kesehatan yang Mengintai

Badan Narkotika Nasional (BNN) RI baru-baru ini memberikan peringatan serius tentang bahaya dinitrogen oksida (N2O), yang dikenal luas sebagai 'gas tertawa'. Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya kasus penyalahgunaan zat berbahaya tersebut.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Melanjutkan Perjalanan ke China Usai Kerusuhan

Kepala BNN RI, Komjen Suyudi Ario Seto, menegaskan bahwa meski memberikan efek euforia sementara, risiko yang ditimbulkan bisa sangat serius dan bahkan mengancam jiwa.

Pemahaman Tentang Dinitrogen Oksida

Dinitrogen oksida (N2O) adalah gas tidak berwarna yang biasanya digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk medis dan kuliner. Menurut Suyudi, gas ini memiliki aroma dan rasa yang manis saat dihirup, sehingga sering disalahgunakan untuk menimbulkan sensasi relaksasi atau bahkan halusinasi.

Di luar penggunaannya yang sah, banyak orang mengonsumsinya tanpa pemahaman yang layak mengenai risiko yang terkait. Penggunaan N2O dalam konteks non-medis kerap diasosiasikan dengan perilaku yang berbahaya, di mana individu mencari efek euforia.

Suyudi menjelaskan bahwa efek positif yang diterima hanya bersifat sementara dan bisa menutupi efek negatif yang berbahaya bagi kesehatan.

Baca juga: Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online: Komnas HAM temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Risiko Kesehatan Akibat Penyalahgunaan

Menurut Suyudi, penyalahgunaan N2O dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari kekurangan oksigen hingga kerusakan saraf permanen. Ia menegaskan bahwa penggunaan jangka panjang dapat meningkatkan peluang munculnya kerusakan kesehatan yang serius.

Selain itu, penyalahgunaan gas ini juga dapat menyebabkan kekurangan vitamin B12 yang signifikan. Kekurangan vitamin ini berpotensi menyebabkan konsekuensi kesehatan yang lebih serius yang dapat mengancam keselamatan hidup individu.

"Penyalahgunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen, kekurangan vitamin B12 yang parah, hingga risiko kematian akibat kekurangan oksigen (hipoksia)," katanya dengan tegas.

Langkah-Langkah Pencegahan

Suyudi mendorong masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyalahgunaan N2O dan melakukan edukasi kepada keluarga mengenai bahaya yang mengintai. Ia menekankan pentingnya pengawasan dari orang tua terhadap lingkungan pergaulan anak-anak dan remaja.

Jika ada indikasi penyalahgunaan atau penjualan N2O yang mencurigakan, Suyudi meminta masyarakat untuk segera melapor ke BNN. Laporan dapat dilakukan melalui layanan telepon 184 atau dengan menghubungi pihak kepolisian.

Dukungan bagi anggota keluarga yang terlibat dalam penyalahgunaan zat juga menjadi salah satu perhatian. BNN menyediakan layanan konseling dan rehabilitasi yang bersifat rahasia dan gratis untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Peringatan BNN Tentang Bahaya Dinitrogen Oksida: Risiko Kesehatan yang Mengintai

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!