Indonesia Resmi Terima Tiga Jet Rafale untuk Memperkuat Angkatan Udara
Indonesia baru-baru ini menerima tiga unit jet tempur Rafale dari Perancis, sebagai bagian dari kesepakatan pertahanan multimiliar dolar.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang
Kedatangan jet ini menandai langkah signifikan dalam upaya modernisasi kekuatan udara TNI Angkatan Udara.
Kementerian Pertahanan Indonesia mengonfirmasi penyerahan tiga jet tempur Rafale oleh Perancis pada Jumat, 23 Januari 2026. Juru bicara Kementerian, Rico Ricardo Sirait, menyatakan bahwa 'Pesawat-pesawat itu telah diserahkan dan siap digunakan oleh TNI Angkatan Udara.'
Jet-jet canggih ini kini telah berada di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin di Pekanbaru, Provinsi Riau. Penempatan pesawat ini diharapkan bisa meningkatkan kemampuan pertahanan udara Indonesia.
Sirait juga mengungkapkan rencana kedatangan tiga unit Rafale tambahan yang ditargetkan untuk tahun ini, sebagai bagian dari komitmen kontrak pembelian yang telah disepakati.
Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer
Selain kesepakatan pengadaan Rafale, Indonesia terus mengembangkan armada pesawatnya dengan investasi di jenis pesawat modern lainnya. Salah satunya adalah pembelian 48 jet tempur KAAN dari Turkiye yang merupakan pesawat generasi kelima.
Anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk belanja pertahanan mencerminkan keseriusan dalam memperkuat kekuatan udara. Tindakan ini menjadi penting mengingat usia armada yang sudah tua untuk menjaga kedaulatan di udara.
Terdapat pula informasi mengenai kemungkinan akuisisi jet tempur dan drone dari Pakistan, yang menunjukkan bahwa Indonesia berada di jalur yang benar dalam meningkatkan kapabilitas pertahanannya.
Pemberian jet tempur Rafale memperkuat posisi Perancis sebagai mitra utama Indonesia dalam pertahanan di Asia Tenggara. Ini menunjukkan kepercayaan Perancis terhadap dedikasi Indonesia dalam menjaga keamanan regional.
Menurut laporan Reuters, Indonesia dikenal sebagai salah satu pembeli utama jet tempur di pasar internasional. Langkah ini menjadi bagian dari strategi yang lebih luas untuk membangun angkatan bersenjata yang modern dan efisien.
Kedatangan Rafale menambah daftar panjang program modernisasi sebelumnya, termasuk tambahan pesawat dari beberapa negara mitra, untuk memastikan kemampuan pertahanan yang optimal.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: