Waspadai Tuberkulosis Ginjal: Pelajaran dari Kepergian Lucky Widja
Vokalis band Element, Lucky Widja, tutup usia pada 25 Januari 2026 di RS Halim, Jakarta, setelah bertahun-tahun melawan tuberkulosis ginjal. Kabar duka ini menyoroti pentingnya kesadaran akan penyakit yang sering kali terabaikan ini.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos
Sebelum meninggal, Lucky berbagi pengalaman pahit mengenai diagnosanya, memperlihatkan dampak serius dari tuberkulosis ginjal, yang berbeda dari bentuk yang lebih umum menyerang paru-paru.
Lucky Widja, yang dikenal sebagai vokalis band Element, menghabiskan waktu terakhirnya berjuang melawan tuberkulosis ginjal. Dalam sebuah unggahan di media sosial, rekan band-nya, Ferdy Tahier, mengungkapkan rasa dukanya, menyebutkan, "Lo sudah tenang, nggak sakit lagi, nggak butuh cuci darah lagi, nggak perlu oxygen lagi."
Diagnosa tuberkulosis ginjal diterima Lucky pada tahun 2022, dan sejak itu kondisi kesehatannya semakin memburuk. Di bulan Ramadhan, Lucky mencurahkan perasaannya di media sosial, mengatakan, bahwa ia sangat lemas dan bahkan merangkak menuju tempat tidur.
Pemeriksaan medis menunjukkan fungsi ginjalnya menurun hingga 18 persen, dan komplikasi infeksi tuberkulosis membuat kondisinya semakin parah. Hal ini menyoroti betapa seriusnya dampak dari penyakit ini yang sering kali diremehkan.
Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Tuberkulosis ginjal adalah infeksi akibat bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang ginjal, tergolong sebagai infeksi yang langka. Umumnya, tuberkulosis dikenal sebagai penyakit paru-paru, tetapi dapat menyebar melalui darah dari jaringan paru-paru yang terinfeksi.
Infeksi ini lebih aktif pada mereka yang memiliki sistem imun lemah. Meskipun bakteri bisa berada dalam kondisi tidak aktif, bisa menjadi aktif saat daya tahan tubuh menurun.
Gejala tuberkulosis ginjal bervariasi, dan tidak semua pengidap menunjukkan tanda yang sama. Beberapa gejala umum meliputi adanya darah dalam urine, nyeri pada pinggang, serta nyeri saat berkemih. Hal ini sering kali diabaikan hingga kondisi semakin parah.
Kesadaran terhadap tuberkulosis ginjal sangat penting untuk mengurangi angka kematian akibat penyakit ini. Banyak orang mungkin tidak menyadari gejala awal, sehingga penting untuk melakukan pemeriksaan jika mengalami keluhan yang mencurigakan.
Dengan pengobatan yang cepat dan tepat, kualitas hidup pengidap dapat meningkat. Edukasi lebih jauh tentang gejala dan pencegahan bisa menjadi langkah preventif yang signifikan.
Kepergian Lucky Widja semoga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan ginjal dan pengetahuan tentang tuberkulosis, agar kasus serupa dapat diminimalisir di masa depan.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: