Thomas Djiwandono Dinobatkan Sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia
Thomas Djiwandono kini resmi menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri baru-baru ini.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos
Penetapan ini diumumkan oleh Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR, setelah rapat internal yang diadakan untuk menentukan pengganti Juda Agung.
Keputusan yang mengangkat Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur diambil melalui mekanisme musyawarah mufakat di rapat internal Komisi XI. Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa keputusan ini disepakati oleh seluruh pimpinan komisi dan delapan kelompok fraksi.
Misbakhun mengungkapkan, 'Dalam rapat internal di Komisi 11, bahwa diputuskan yang menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia, pengganti Bapak Juda Agung yang mengundurkan diri adalah Bapak Thomas AM Djiwandono.' Pernyataan ini menunjukkan konsensus kuat di antara anggota DPR.
Hasil dari keputusan tersebut dijadwalkan untuk dibawa ke Sidang Paripurna yang akan disahkan secara resmi. 'Dan nanti akan dibawa ke DPR RI untuk disahkan dalam rapat paripurna besok,' tambah Misbakhun.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis
Misbakhun menjelaskan alasan pemilihan Djiwandono, di antaranya adalah reputasinya sebagai figur yang dapat diterima oleh semua partai politik. Keberadaan figur yang disetujui banyak pihak sangat penting, terutama dalam situasi politik yang dinamis saat ini.
Lebih lanjut, Misbakhun menekankan kemampuan Thomas dalam menciptakan sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal. 'Pertimbangannya bahwa Bapak Thomas adalah figur yang bisa diterima oleh semua partai politik, dan figur Bapak Thomas tadi juga menjelaskan dengan sangat bagus soal bagaimana perlunya membangun sinergi,' jelasnya.
Thomas diharapkan dapat menerapkan ‘agile’ atau kelincahan dalam pengambilan keputusan, yang merupakan tema sentral dalam kebijakan ekonomi saat ini. 'Dan menurut saya memang itu isu yang sedang kuat saat ini, bagaimana membangun sinergi yang saling menguatkan antara monetary policy dan fiskal policy,' tutup Misbakhun.
Dengan diangkatnya Thomas Djiwandono, diharapkan bisa memperkuat kebijakan ekonomi Indonesia di tengah tantangan global yang terus berkembang. Latar belakang dan pengalamannya di bidang ekonomi adalah aset yang signifikan.
Pengambilan keputusan yang cepat dan efisien menjadi sangat penting demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. 'Bagaimana membangun sinergi yang saling menguatkan' adalah pendekatan penting yang harus diutamakan.
Thomas diharapkan mampu menjembatani komunikasi yang baik antara Bank Indonesia dan pemerintah, sehingga langkah-langkah kebijakan dapat terkoordinasikan dengan baik guna mencapai target-target ekonomi nasional.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru Menjelang Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: