Kenaikan Drastis Aplikasi Drama Pendek di Indonesia
Aplikasi drama pendek, terutama Melolo, mengalami lonjakan pengunduhan yang luar biasa di Indonesia, dengan angka mencapai empat kali lipat. Tren ini menunjukkan pergeseran besar dalam preferensi konsumen terhadap konten video yang lebih singkat.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Melanjutkan Perjalanan ke China Usai Kerusuhan
Laporan dari Sensor Tower mengungkap bahwa di tahun 2025, pengunduhan aplikasi drama pendek di negeri ini melonjak 329 persen. Di sisi lain, aplikasi seperti WhatsApp dan TikTok justru mencatat penurunan signifikan dalam jumlah pengunduhan.
Data dari Sensor Tower menunjukkan bahwa pengunduhan aplikasi drama pendek secara global meningkat sebesar 278 persen pada tahun 2025. Di Indonesia, pertumbuhan ini bahkan lebih mencolok, dengan kenaikan mencapai 329 persen dalam periode yang sama.
Aplikasi Melolo kini memegang pangsa pasar terbesar dalam segmen aplikasi drama pendek, lebih unggul dibandingkan pesaingnya seperti Dramabox dan Dramawave. Minat terhadap format video singkat semakin meluas, terutama di kalangan pengguna smartphone.
Selama tiga bulan terakhir di tahun 2025, aplikasi streaming video juga mencatat lonjakan pengunduhan mencapai 109 juta kali. Aplikasi drama pendek seperti Melolo berkontribusi besar terhadap popularitas aplikasi streaming di Indonesia.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni: Polisi Kembali Barang yang Hilang
Di tengah kebangkitan aplikasi drama pendek, aplikasi besar seperti WhatsApp justru mengalami penurunan pengunduhan sebanyak 24 persen. TikTok juga tidak luput dari penurunan, dengan pengunduhan turun sebesar 9 persen.
Fenomena ini menunjukkan adanya perubahan preferensi yang signifikan di kalangan pengguna. Banyak pengguna kini beralih ke konten yang lebih relevan dengan kebutuhan hiburan mereka.
Organisasi seperti Sensor Tower mencatat bahwa tren ini adalah dampak dari berkurangnya waktu yang dihabiskan pengguna di aplikasi besar yang sebelumnya sangat populer.
Secara global, pengunduhan aplikasi video streaming naik 39 persen pada tahun 2025, dengan pendapatan meningkat 18 persen. Namun, peningkatan pada aplikasi drama pendek menunjukkan pergeseran perilaku pengguna di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Di Indonesia, waktu yang dihabiskan untuk aplikasi video streaming tumbuh sebesar 45 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata global yang hanya 8 persen. Hal ini menjadi indikasi bahwa konten singkat semakin diminati.
Tren ini memberikan gambaran tentang bagaimana pengguna di Indonesia semakin mencari konten yang lebih cepat dan menghibur, yang berpotensi mengubah lanskap industri aplikasi dan hiburan digital di masa mendatang.
Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: