Dampak Penarikan AS dari WHO dan Implikasinya Terhadap Keamanan Global
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan Amerika Serikat untuk menarik diri dari keanggotaan mereka. Langkah ini dianggap akan berpengaruh negatif terhadap keamanan global.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos
WHO menegaskan bahwa absennya AS sebagai anggota kunci dalam organisasi ini tidak hanya mengurangi efektivitas menghadapi isu kesehatan, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko bagi seluruh dunia.
Penarikan AS dari WHO menghilangkan salah satu suara utama dalam tubuh internasional yang mengatasi isu kesehatan masyarakat. AS, sebagai anggota pendiri, telah berkontribusi signifikan dalam berbagai pencapaian organisasi, termasuk pemberantasan cacar dan penanganan penyakit menular.
WHO menyatakan bahwa keputusan ini menciptakan risiko tambahan dalam konteks kesehatan publik global. Dalam pernyataan resminya, WHO menyebut tindakan ini 'membuat Amerika Serikat dan dunia menjadi kurang aman'.
Baca juga: Kasus Tragis Anggota Brimob Terkait Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Terkait kritik yang menyertai keputusan ini, WHO mengakui adanya evaluasi kinerja mereka selama pandemi COVID-19. AS menuduh WHO lamban dalam mendistribusikan informasi penting terkait pandemi.
Menanggapi tuduhan tersebut, WHO membantah dengan menegaskan bahwa mereka bertindak secara cepat dan transparan. 'WHO bertindak cepat, membagikan semua informasi yang dimilikinya dengan cepat dan transparan kepada dunia,' tulis WHO dalam keterangan resminya.
Meski terdapat ketegangan dalam hubungan ini, WHO tetap mengharapkan keaktifan AS dalam forum internasional ke depan. Organisasi ini menekankan komitmennya untuk bekerja sama dengan negara lain demi mencapai standar kesehatan yang lebih baik.
Dalam hal ini, WHO menegaskan bahwa mereka beroperasi dengan prinsip netralitas dan menghormati kedaulatan negara-negara anggotanya. 'WHO selalu dan tetap netral dan ada untuk melayani semua negara, dengan menghormati kedaulatan mereka,' ungkap pihak WHO.
Baca juga: Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: