Bestari Barus: Perpindahan Kader NasDem ke PSI Dipengaruhi Beberapa Faktor Kunci
Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, mengungkapkan sejumlah kader NasDem bergabung dengan PSI dipengaruhi oleh tokoh senior, Ahmad Ali.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Komitmen Terhadap Transparansi Anggaran
Selain itu, ia menyoroti peranan ketokohan Joko Widodo sebagai Presiden ke-7 sebagai salah satu alasan yang mendorong perpindahan tersebut.
Bestari Barus menjelaskan bahwa Ahmad Ali memiliki pengaruh signifikan di dalam partai. Ia mengungkapkan, "Kalau memang terlihat, saya tidak menafikan bahwa NasDem cukup banyak ya, mayoritas lah. Ya salah satu penariknya mungkin ya dengan bergabungnya Pak Ahmad Ali kali ya ke PSI, gitu."
Sebagai Ketua Harian PSI, Ahmad Ali memberikan rasa nyaman bagi kader yang ingin bergabung. Bestari menambahkan, "Saya tidak mengatakan hanya NasDem, tapi banyak pihak… mungkin kalau bergabung melihat adanya kenyamanan ke depan gitu bersama dengan Pak Ahmad Ali."
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool, Bursa Transfer Musim Panas Berakhir
Selain pengaruh Ahmad Ali, Bestari menyebut ketokohan Joko Widodo turut berperan dalam keputusan perpindahan kader. "Dan mudah-mudahan kami berharap ya kalau dikaitkan juga dengan Rusdi Masse… banyak yang memilih PSI," jelasnya.
Ia berharap semakin banyak tokoh dari partai lain mengikuti langkah serupa. "Harapan kami. Kalau sekelas Rusdi Masse saja nanti pindah, nanti pindah ya, nanti pindah… dari banyak partai," tambahnya.
Bestari Barus menekankan bahwa keputusan bergabung merupakan hak individu yang tidak bisa diintervensi. "Kan saya sudah pernah sebutkan ya bahwa bergabung, tidak bergabung, berpindah dari satu partai politik itu murni adalah hak privat," tuturnya.
Ia juga menegaskan pentingnya legitimasi politik bagi calon kader yang ingin bergabung. "Selama dua kongres, saya tidak pernah ada di dalam kepengurusan sehingga saya mencari legitimasi atas hasrat politik saya yang masih tinggi," imbuhnya.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: