Jakarta Lanjutkan Upaya Modifikasi Cuaca untuk Mitigasi Bencana
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) pada 24 Januari 2026. Ini menjadi pelaksanaan OMC yang kesembilan sebagai langkah mitigasi cuaca ekstrem.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang
Kepala Pelaksana BPBD, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa operasi ini didasarkan pada analisis cuaca menyeluruh, yang memungkinkan penyemaian awan dilakukan secara aman.
Operasi modifikasi cuaca hari ini dilaksanakan melalui tiga penerbangan menggunakan pesawat CASA 212 A-2105. Fokus utamanya adalah mengurai awan pembentuk hujan agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi Jakarta.
Penerbangan pertama fokus pada daerah Bekasi dan sekitarnya dengan ketinggian 7.000–8.000 kaki, menggunakan 800 kilogram kalsium oksida. Ini dilakukan untuk mengarahkan awan stratocumulus supaya tidak berkembang.
Penerbangan kedua diteruskan di atas Kabupaten Bogor dengan ketinggian 5.000–7.000 kaki, tetap menggunakan jumlah kalsium oksida yang sama. Ini bagian dari upaya menyeluruh untuk memitigasi risiko cuaca di Jakarta.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Perkuat Timnas
Operasi modifikasi cuaca adalah hasil kerjasama antarlembaga, termasuk BPBD DKI Jakarta, BNPB, BMKG, dan TNI Angkatan Udara. Sinergi ini sangat penting untuk menjamin efektivitas OMC dalam menghadapi cuaca ekstrem.
Isnawa Adji menyoroti evaluasi harian terhadap efektivitas operasi ini, dengan koordinasi yang terus diperkuat. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir potensi dampak dari cuaca yang tidak menentu.
Melalui upaya ini, BPBD berharap dapat mengurangi dampak yang disebabkan oleh curah hujan tinggi dengan langkah pencegahan yang nyata untuk masyarakat.
BPBD DKI Jakarta menghimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang. Peringatan ini penting untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan jiwa dan kerugian material.
Masyarakat juga diharapkan berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air. Langkah kolektif ini dapat membantu mengurangi risiko banjir akibat curah hujan yang tinggi.
Isnawa juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mitigasi bencana dan kesiapsiagaan menghadapi dampak cuaca ekstrem.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool, Bursa Transfer Musim Panas Berakhir
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: