BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 24 JANUARI 2026 • 12:40 WIB

Pengurangan Curah Hujan di Jabodetabek Lewat Modifikasi Cuaca BMKG

Pengurangan Curah Hujan di Jabodetabek Lewat Modifikasi Cuaca BMKGPengurangan Curah Hujan di Jabodetabek Lewat Modifikasi Cuaca BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan operasi modifikasi cuaca yang berhasil menurunkan curah hujan di wilayah Jabodetabek hingga 39,57%. Ini menjadi langkah strategis dalam mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak negatif.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Fritz

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, mengungkapkan bahwa perbandingan antara data prediksi dan aktual selama periode 16 hingga 22 Januari 2026 menunjukkan penurunan yang signifikan.

Penerapan Modifikasi Cuaca

Operasi modifikasi cuaca dimulai pada 16 Januari 2026 menggunakan dua jenis pesawat, yakni Casa TNI AU dan Cessna Caravan. Posko operasi yang mengontrol kegiatan ini berada di Lanud Halim Perdanakusuma.

Kegiatan modifikasi dilakukan secara terencana dengan pengawasan ketat untuk memastikan efektivitas tindakan yang diambil. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mengurangi intensitas curah hujan yang berpotensi menyebabkan bencana.

Baca juga: Kasus Tragis Anggota Brimob Terkait Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana

Tambah Armada Pesawat

BMKG menginformasikan tambahan tiga armada pesawat Cessna Caravan dari BNPB, yang akan meningkatkan efektivitas modifikasi cuaca di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Dari total tersebut, dua pesawat beroperasi dari Halim, sedangkan satu pesawat lainnya ditempatkan di Husein Bandung.

Dengan penambahan ini, total pesawat yang digunakan dalam operasi modifikasi cuaca menjadi lima. Upaya ini diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih optimal dalam merespons ancaman cuaca ekstrim.

Tujuan dan Harapan Pelaksanaan

Modifikasi cuaca bertujuan utama untuk meminimalkan dampak buruk dari hujan lebat yang mungkin terjadi. Budi Harsoyo menyampaikan bahwa jumlah sortie pesawat akan disesuaikan dengan perkembangan ancaman cuaca ekstrem.

Rencana operasi OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) akan terus dilakukan hingga 29 Januari 2026. Harapan dari BMKG adalah agar langkah ini dapat mengurangi potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang sering melanda area Jabodetabek.

Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuan Istimewa di DPR

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pengurangan Curah Hujan di Jabodetabek Lewat Modifikasi Cuaca BMKG

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!