Proses Penyerahan Jenazah Pramugari Pesawat ATR ke Keluarga di Makassar
Jenazah pramugari pesawat ATR 42-500, Esther Aprilita Sianipar, telah diserahkan kepada keluarganya di Makassar oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis
Momen emosional ini berlangsung di kantor Biddokkes Polda Sulsel pada Jumat sore, di mana ayah Esther menerima jenazah dalam suasana haru.
Penyerahan jenazah Esther Aprilita berlangsung pada pukul 16:41 Wita dan disaksikan oleh ayahnya yang tampak sangat emosional. Bersama ayah, hadir pula tiga perwakilan dari maskapai Indonesia Air Transport (IAT) dalam momen itu.
Seorang perwakilan maskapai mengungkapkan rasa duka yang mendalam serta memberikan pelukan hangat kepada ayah Esther sebagai bentuk simpati di tengah kesedihan.
Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Keluarga Esther hadir dengan wajah berkaca-kaca, berusaha menunjukkan ketabahan meski kehilangan yang mereka rasakan sangat mendalam. Ayah Esther menerima berkas penyerahan dengan penuh haru, menandakan rasa syukur dalam suasana yang penuh emosi.
Dia mengucapkan terima kasih kepada pihak DVI dengan suara pelan, 'Terima kasih, terima kasih,' menunjukkan rasa syukur pendidikan dari situasi yang sulit.
Usai penyerahan, jenazah dimasukkan ke dalam ambulans milik Biddokkes Polda Sulsel untuk perjalanan ke tempat asalnya. Salah satu petugas DVI menyatakan, '(Jenazah) atas nama Esther diterbangkan ke Jakarta, lanjut ke Bogor (Jawa Barat),'
Rencana penerbangan ini mencerminkan komitmen keluarga untuk membawa Esther kembali ke kampung halamannya, menandakan penghormatan terakhir dari keluarga.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: