BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 23 JANUARI 2026 • 17:30 WIB

Gubernur Pramono Anung Respon Terhadap Kritik Penanganan Banjir Jakarta

Gubernur Pramono Anung Respon Terhadap Kritik Penanganan Banjir JakartaGubernur Pramono Anung Respon Terhadap Kritik Penanganan Banjir Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan penjelasan terkait kritik yang muncul mengenai penanganan banjir di daerahnya. Ia menegaskan bahwa respons pemerintah berkaitan dengan pengaruh cuaca yang tidak dapat dihindari.

Baca juga: Pimpinan DPR RI Dengarkan Aspirasi Mahasiswa dalam Pertemuan di Senayan

Tanggapan ini mencuat setelah pernyataan dari Walhi Jakarta, yang mengindikasikan bahwa akar masalah banjir lebih berkaitan dengan tata ruang yang buruk, bukan sekadar curah hujan yang ekstrem.

Kritik Terhadap Penanganan Banjir

Kritik mengenai cara pemerintah mengatasi banjir di Jakarta semakin menguat setelah hujan ekstrem baru-baru ini mengakibatkan ratusan rumah dan jalan terendam. Walhi Jakarta menyoroti bahwa penyebab ini lebih kompleks dan berhubungan erat dengan masalah tata ruang yang kurang baik.

Pramono Anung menjelaskan bahwa modifikasi cuaca sebetulnya bersifat jangka pendek. "Yang kami tangani dengan modifikasi cuaca ini kan memang bersifat jangka pendek karena cuacanya ini kan given, bukan kita yang membuat," katanya menekankan.

Beliau menambahkan bahwa banjir merupakan fenomena alam yang harus dihadapi, oleh karena itu pendekatan jangka panjang diperlukan daripada hanya bergantung pada solusi teknis.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton Optimal

Rencana Normalisasi Sungai

Sebagai upaya merespons kritik, Pramono menyampaikan rencana normalisasi beberapa sungai di Jakarta, seperti Kali Ciliwung dan Kali Krukut. Ia menggarisbawahi bahwa proyek ini merupakan hal baru yang memerlukan investasi tinggi.

"Termasuk untuk normalisasi Ciliwung, normalisasi Krukut, normalisasi Kali Cakung Lama itu belum pernah dilakukan dan ini memerlukan biaya yang cukup tinggi," tegasnya.

Walaupun begitu, ia mengakui bahwa kebijakan normalisasi ini bisa menimbulkan kontra dari masyarakat, terutama terkait pemindahan warga dari daerah yang terdampak.

Tantangan dan Respons Masyarakat

Pramono Anung berpendapat bahwa langkah-langkah dalam penanganan banjir seringkali berpotensi memicu penolakan dari masyarakat. "Saya akan lakukan dan ini pasti nggak populer karena apa? Harus memindahkan masyarakat, harus menyiapkan rumah susun dan sebagainya dan pasti nanti di lapangan mau tidak mau suka tidak suka pasti ada singgungannya," ungkapnya.

Kondisi ini menyoroti betapa kompleksnya masalah banjir di Jakarta, di mana masyarakat memegang peranan penting dalam pelaksanaan kebijakan yang direncanakan.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Klub Prancis Lille

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Gubernur Pramono Anung Respon Terhadap Kritik Penanganan Banjir Jakarta

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!