Inisiatif Dewan Perdamaian Gaza: Mulai Galang Dana untuk Rekonstruksi
Dewan Perdamaian Gaza yang dipimpin oleh Presiden AS Donald Trump, kini tengah menggalang dana dari 60 negara di seluruh dunia.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Dengarkan Aspirasi Mahasiswa dalam Pertemuan di Senayan
Target dana yang ingin dicapai adalah sekitar USD 1 miliar yang akan digunakan untuk rekonstruksi di Gaza yang hancur akibat konflik.
Dewan Perdamaian Gaza berfungsi untuk mengawasi pembangunan serta hubungan regional di kawasan tersebut. Dalam penggalangan dana ini, negara-negara yang berminat diminta untuk menyumbangkan dana senilai USD 1 miliar atau sekitar Rp 16,7 triliun untuk bergabung selama tiga tahun.
Dokumen yang beredar menyebutkan bahwa jika suatu negara menyumbang lebih dari USD 1 miliar di tahun pertama, periode keanggotaan mereka bisa diperpanjang lebih dari tiga tahun.
Penggalangan dana ini akan mendukung rekonstruksi infrastruktur dan pemerintahan, serta meningkatkan kapasitas pemerintahan di Gaza.
Baca juga: Kericuhan Memanas di Bandung: Penjelasan Terkait Insiden Gas Air Mata
Beberapa negara sudah memastikan penerimaan undangan bergabung dalam inisiatif ini, meskipun masih ada yang mempertimbangkan sikap mereka. Kementerian Luar Negeri Yordania melaporkan bahwa Raja Abdullah sedang meninjau proposal tersebut.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menegaskan komitmen mereka terhadap solusi abadi bagi Palestina. Di sisi lain, Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, juga menyatakan bahwa mereka mendukung prinsip penggalangan dana ini, namun beberapa rincian masih dalam tahap pembahasan.
Tanggapan beragam ini menunjukkan bahwa meskipun ada minat, banyak negara yang masih berhati-hati dalam menanggapi inisiatif tersebut.
Dewan Perdamaian ini dipimpin oleh Donald Trump, dengan anggota pendiri yang mencakup tokoh-tokoh politik seperti Tony Blair dan Jared Kushner. Namun, tidak adanya perwakilan Palestina dalam jajaran dewan ini menuai kritik dari berbagai kalangan.
Kelompok hak asasi manusia dan diplomat menyuarakan kekhawatiran bahwa inisiatif ini dipersepsikan sebagai sebuah upaya kolonial. Kritik tajam ini mencerminkan keraguan terhadap legitimasi dan inklusivitas dari proyek yang diusulkan.
Sebagai tambahan, Gedung Putih mengumumkan formasi Dewan Eksekutif Gaza yang beranggotakan 11 orang, yang ditunjuk untuk mendukung pemerintahan teknokrat yang diharapkan dapat memfasilitasi stabilitas di wilayah tersebut.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru Menjelang Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: