Peringatan Cuaca Ekstrem: Ancaman Storm Surge di Selatan Bali
Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, memberikan peringatan mengenai potensi tinggi terjadinya badai badai di perairan selatan Bali. Peringatan ini terkait dengan pergerakan badai tropis 91S yang kini mendekati Pulau Sumba.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang
Erma mengimbau agar aktivitas nelayan dan pelayaran di kawasan ini dihentikan sementara demi keselamatan. "Potensi tinggi terjadi storm surge di selatan Bali! dan untuk diperhatikan agar dihentikan dulu aktivitas nelayan dan berlayar," tegasnya.
Badai tropis 91S saat ini bergerak ke timur, mendekati Pulau Sumba. Pergerakan sistem cuaca ini diperkirakan akan menimbulkan dampak storm surge di sejumlah wilayah pesisir selatan Indonesia, khususnya Bali dan Lombok.
Erma Yulihastin menjelaskan bahwa fenomena tsunami angin ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas di perairan dan keselamatan masyarakat. Ia menegaskan pentingnya langkah-langkah proaktif untuk melindungi nelayan dan pelaku sektor maritim.
Menurut Erma, potensi dampak storm surge kemungkinan akan melandai wilayah pesisir Bali, Lombok, dan Sumba. Penghentian aktivitas di daerah-daerah ini dianggap sebagai langkah yang krusial untuk memastikan keselamatan masyarakat.
Baca juga: Presiden Prabowo Temui Pimpinan Serikat Pekerja Bahas Aksi Demonstrasi dan RUU
Erma Yulihastin menambahkan bahwa prediksi mengenai badai ini telah dilakukan melalui sistem Kamajaya yang dikembangkan oleh BRIN. Ia menyampaikan bahwa prediksi ini telah dilakukan sejak dua bulan lalu dan diharapkan masyarakat dapat bersiap.
Sistem Kamajaya BRIN dirancang untuk memberikan informasi cuaca yang tepat, sehingga masyarakat bisa bersiap menghadapi potensi dampak dari fenomena cuaca ekstrem. Informasi ini penting agar masyarakat dapat mengambil tindakan preventif.
Peringatan yang dilontarkan oleh BRIN menunjukkan komitmen mereka dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan risiko yang terkait dengan pergeseran iklim dan cuaca ekstrem.
Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Erma, masyarakat di wilayah pesisir selatan diimbau untuk tetap waspada dan berhenti melakukan aktivitas perairan hingga situasi membaik. Ini adalah langkah penting untuk menjaga keselamatan.
Semua pihak terkait, termasuk otoritas lokal dan nelayan, diharapkan berkolaborasi dalam merespons kondisi ini. Penyebaran informasi yang cepat dan tepat akan berkontribusi pada pengurangan risiko terhadap keselamatan jiwa dan harta benda.
Sebagai upaya mitigasi bencana, penting bagi masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dari sumber resmi guna menjaga keselamatan bersama.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: