Genangan Banjir Melanda Jakarta, 45 RT dan 22 Ruas Jalan Terendam
Hujan deras yang mengguyur Jakarta menyebabkan genangan banjir di sejumlah wilayah hingga sore ini, dengan 45 RT dan 22 ruas jalan terendam air. Berdasarkan data terbaru dari BPBD DKI Jakarta, titik-titik banjir terus bertambah, dan genangan tertinggi tercatat mencapai 90 cm di Kelurahan Sukabumi Selatan.
Baca juga: Kunto Aji Serukan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kesadaran Masyarakat
Banjir ini menimbulkan dampak signifikan terhadap mobilitas masyarakat, terutama di Jakarta Barat di mana kondisi paling parah terjadi. Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, Mohammad Yohan, memperingatkan pentingnya kewaspadaan dan kolaborasi dalam penanganan situasi darurat ini.
Banjir yang melanda Jakarta dipicu oleh curah hujan ekstrem, menyebabkan akses transportasi terganggu di banyak area. Hingga pukul 15.00 WIB, BPBD DKI Jakarta melaporkan bahwa wilayah Jakarta Barat menjadi salah satu yang paling terdampak, terutama di Kelurahan Sukabumi Selatan.
Yohan menambahkan, "BPBD mencatat saat ini terdapat 45 RT dan 22 ruas jalan yang tergenang." Di titik tertinggi, ketinggian genangan mencapai 90 cm, yang menciptakan tantangan serius bagi masyarakat setempat.
Upaya penanganan banjir dilakukan secara koordinatif oleh berbagai dinas. Personel BPBD telah dikerahkan untuk memantau situasi di lapangan dan berkolaborasi dengan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, serta Dinas Gulkarmat untuk mengatasi genangan air.
Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Jakarta Selatan menjadi salah satu wilayah yang paling parah terkena dampak, dengan total 27 RT terendam. Kelurahan Petogogan mengalami situasi kritis dengan 26 RT dan ketinggian genangan mencapai 30 cm.
Di Jakarta Barat, beberapa kelurahan menunjukkan kenaikan air, seperti Kedaung Kali Angke yang memiliki 8 RT terendam dengan ketinggian genangan berkisar antara 45 hingga 80 cm. Ini menciptakan keadaan darurat bagi warga di area tersebut.
Selain itu, sejumlah ruas jalan juga terendam, termasuk di Jl. Daan Mogot KM 13, Kel. Cengkareng Timur, di mana ketinggian air mencapai 50 cm. Hal ini sangat mengganggu lalu lintas dan berisiko bagi pejalan kaki.
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Yohan juga mengingatkan akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat.
Ia menekankan agar warga segera menghubungi nomor telepon 112 untuk meminta bantuan dalam keadaan darurat. "BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan," jelasnya.
Layanan kontak tersebut beroperasi 24 jam dan tanpa biaya, memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan pertolongan saat kondisi memburuk.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru Menjelang Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: