Acara Persemayaman Deden Maulana: Peliputan Emosional di Tengah Kesedihan
Upacara persemayaman jenazah Deden Maulana, seorang pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan, berlangsung dengan penuh duka di Politeknik Ahli Usaha Perikanan, Jakarta Selatan pada Kamis, 22 Januari 2026.
Baca juga: Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online: Komnas HAM temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia
Suasana emosional terlihat jelas terutama pada istri almarhum, Vera, yang tak kuasa menahan tangis saat mengenang sosok suaminya.
Prosesi persemayaman dimulai dengan pembacaan riwayat hidup almarhum. Vera, istri Deden, menunjukkan emosinya dengan air mata saat nama suaminya disebut, menandakan betapa dalamnya rasa kehilangan yang dirasakannya.
Anaknya kemudian membacakan Surah Al Insyirah di hadapan peti jenazah, menciptakan momen haru yang membuat suasana semakin penuh dengan tangisan dan keharuan.
Baca juga: Google Tanggapi Isu Keamanan Gmail Terkait Phishing
Vera mengenakan baju panjang hitam putih dan kerudung cokelat, menggambarkan kesedihan mendalam yang dialaminya. Sambil mengusap wajahnya dengan tisu, dukungan dari sang ibu yang menepuk bahunya sedikit banyak memberikan kekuatan di tengah kesedihan.
Kerabat dan teman dekat memberikan dukungan moral kepada Vera, berusaha menguatkan agar ia bisa menghadapi situasi berat ini dengan tegar.
Emosi Vera makin terasa saat pangkat anumerta diberikan kepada Deden. Ia menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi, menandakan ketidakmampuan untuk menahan rasa haru melihat penghormatan terakhir terhadap suaminya.
Setelah seluruh proses berlangsung, jenazah Deden Maulana dijadwalkan untuk diberangkatkan ke kampung halamannya di Garut, Jawa Barat, untuk mendapatkan pemakaman yang layak.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: