BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 21 JANUARI 2026 • 18:52 WIB

Dampak Geopolitik Terhadap PHK di Sektor Manufaktur Indonesia

Dampak Geopolitik Terhadap PHK di Sektor Manufaktur IndonesiaDampak Geopolitik Terhadap PHK di Sektor Manufaktur Indonesia

Tahun 2025 menyaksikan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mempengaruhi 88.519 tenaga kerja di Indonesia, dengan sektor manufaktur sebagai penyumbang terbesar.

Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuan Istimewa di DPR

Kementerian Ketenagakerjaan mengungkapkan bahwa situasi ini dipicu oleh ketegangan geopolitik yang berdampak pada perdagangan internasional.

Dampak Geopolitik terhadap Aktivitas Perdagangan

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Indah Anggoro Putri, menjelaskan bahwa ketegangan geopolitik memberi dampak signifikan pada kinerja ekspor dan impor Indonesia.

"Pertama kan ada tekanan juga dari ekspor-impor, itu pasti. Kondisi dunia di 2025 awal terutama sampai semester pertama kan masih ada dinamika cukup tinggi, geopolitik, ada perang dan sebagainya, pasti itu pengaruh ke ekspor," ujar Indah.

Dinamika ini langsung berdampak pada sektor-sektor yang bergantung pada aktivitas perdagangan, terutama sektor manufaktur yang mencatatkan angka PHK tertinggi.

Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Statistik PHK di Indonesia

Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah korban PHK tertinggi, mencapai 18.815 orang atau sekitar 21,26% dari total angka nasional.

Dampak PHK ini menunjukkan ketidakmerataan di berbagai daerah, dengan wilayah yang tergantung pada sektor manufaktur paling parah terdampak.

Fakta ini menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam menangani konsekuensi sosial dan ekonomi dari situasi tersebut.

Inisiatif Kementerian Ketenagakerjaan

Seiring dengan peningkatan angka PHK, Kemnaker telah mempersiapkan langkah-langkah untuk menekan angka pengangguran dan membantu pekerja yang terkena dampak.

"Ada magang nasional bagi para penganggur baru yang terdidik ya. Tadi disampaikan (Menaker Yassierli) sudah mencapai target 100 ribu peserta," jelas Indah.

Kemnaker pun berencana meningkatkan jumlah peserta magang menjadi 150 ribu dan mengintensifkan pelatihan yang melibatkan serikat pekerja untuk mendukung para pekerja yang terdampak.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Klub Prancis Lille

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Dampak Geopolitik Terhadap PHK di Sektor Manufaktur Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!