Insiden Mogok Pemain Senegal Sebelum Meraih Gelar Juara Piala Afrika 2025
Kejayaan Senegal dalam Piala Afrika 2025 tidak lepas dari insiden mogok yang dilakukan oleh para pemainnya. Hal ini terjadi setelah gol yang dicetak dibatalkan oleh wasit, memicu protes yang berkepanjangan.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos
Pertandingan final melawan Maroko di Stadion Prince Moulay Abdellah diwarnai dengan ketegangan, di mana para pemain Senegal sempat menolak melanjutkan pertandingan setelah keputusan kontroversial.
Dalam final Piala Afrika 2025, Senegal dan Maroko berjuang keras hingga menit-menit akhir dengan skor imbang 0-0. Saat Senegal mencetak gol, wasit Jean Jacquea Ndala membatalkannya karena dianggap terjadi pelanggaran oleh Abdoulaye Seck terhadap Achraf Hakimi.
Pihak Senegal melakukan protes keras dan meminta wasit untuk meninjau keputusan tersebut lewat video assistant referee (VAR). Namun, permohonan mereka diabaikan, yang membuat frustrasi para pemain dan staf pelatih.
Baca juga: Sidang Etik Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online: Tindakan Berat di Lingkungan Polri
Situasi semakin tegang ketika Maroko mendapat kesempatan penalti setelah wasit menilai El Hadji Diouf melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti. Meski tayangan ulang menunjukkan adanya pelanggaran, keputusan tersebut kembali memicu protes dari pemain-pemain Senegal.
Pelatih Pape Thiaw kemudian memutuskan untuk meminta pemainnya untuk mogok dan tidak melanjutkan pertandingan. Namun, beberapa pemain lainnya bersikeras untuk kembali bermain, menciptakan ketegangan di lapangan.
Dalam momen krusial, Sadio Mane dari Al Nassr menginisiasi untuk mengajak rekan-rekannya kembali ke lapangan, menekankan pentingnya laga ini bagi tim. Setelah lebih dari 15 menit terhenti, sebelas pemain Senegal akhirnya sepakat melanjutkan pertandingan.
Di menit ke-94, Pape Gueye berhasil mencetak gol yang memastikan Senegal meraih gelar juara Piala Afrika 2025, menandai kemenangan kedua negara tersebut di ajang bergengsi ini.
Baca juga: Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: