Tim SAR Temukan Alat Deteksi Pesawat Jatuh di Pangkep
Emergency Locator Transmitter (ELT) milik pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, telah berhasil ditemukan oleh tim SAR.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp
Alat berwarna oranye ini awalnya keliru diidentifikasi sebagai kotak hitam, sebuah peralatan penting dalam penyelamatan dan deteksi pesawat.
Danrem 141 Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan menjelaskan kesalahan identifikasi ini terjadi karena kemiripan antara ELT dan kotak hitam pesawat yang keduanya memiliki warna serupa.
"Setelah dicek kembali dan diteliti, itu ternyata bukan blackbox walaupun warnanya sama (dengan blackbox)," ucapnya kepada wartawan di Posko Tim SAR, Desa Tompobulu.
Andre menekankan bahwa ELT berfungsi sebagai alat pendeteksi radar yang krusial dalam operasi pencarian pesawat.
Baca juga: Google Tanggapi Isu Keamanan Gmail Terkait Phishing
Kasi Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan ukuran ELT tersebut, yang diukur sekitar 22 cm x 30 cm.
"Ukurannya untuk ELT, tadi kita sudah lihat sekitar 22 x 30 Cm, itu memang terpasang di kepala pesawat," jelasnya.
Dia juga menambahkan bahwa alat ini ditemukan di bagian depan pesawat, sementara kotak hitam umumnya terletak di bagian belakang pesawat.
Tim SAR menggunakan berbagai alat dan metode dalam pencarian, dan ELT berhasil ditemukan pada malam kejadian jatuhnya pesawat.
Pencarian ini dibantu oleh kontribusi warga Pangkep, meskipun mereka menghadapi tantangan yang besar mengingat medan Gunung Bulusaraung yang sulit.
Pihak Basarnas dan jajarannya terus berupaya untuk mengevaluasi situasi serta mengamankan lokasi kejadian demi kelancaran proses penyelamatan.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung Berujung Penembakan Gas Air Mata oleh Pengamanan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: