BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 18 JANUARI 2026 • 20:02 WIB

Cuaca Sulit Mempertahankan Upaya Evakuasi Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

Cuaca Sulit Mempertahankan Upaya Evakuasi Pesawat ATR 42-500 di Gunung BulusaraungCuaca Sulit Mempertahankan Upaya Evakuasi Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

Cuaca ekstrem menjadi hambatan utama bagi operasi pencarian dan evakuasi pesawat ATR 42-500 yang hilang di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar, Fadli Tahir, mengkonfirmasi tantangan ini dalam laporan terbarunya.

Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Tim SAR gabungan bekerja tanpa henti di medan yang sulit dijangkau, tetapi kondisi cuaca yang buruk terutama hujan dan kabut tebal menghambat proses evakuasi. Jarak pandang yang terbatas menjadi kendala dalam misi ini.

Deskripsi Lokasi dan Operasi Evakuasi

Pencarian dilakukan di kawasan Gunung Bulusaraung, yang terletak di perbatasan Kabupaten Pangkep dan Maros. Sejak hari pertama, tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Makassar dan sejumlah instansi terkait dikerahkan untuk mendukung pencarian.

BPBD Makassar bertanggung jawab dalam mendirikan posko pencarian serta pengelolaan laporan lapangan dan pemetaan temuan. Keterlibatan berbagai instansi dalam operasi berskala nasional ini sangat penting untuk mempercepat proses evakuasi.

Namun, kondisi cuaca yang tidak mendukung menjadi kendala utama dalam operasi. Hujan deras dan kabut tebal menyulitkan mobilisasi tim di lapangan dan memperlambat berbagai upaya pencarian.

Baca juga: Sidang Etik Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online: Tindakan Berat di Lingkungan Polri

Tantangan Medan di Lokasi Operasi

Tim SAR dihadapkan pada medan yang terjal dan berkabut, yang memerlukan peralatan khusus untuk evakuasi. Fadli menjelaskan bahwa 'kondisi medan yang terjal dan berkabut membuat proses evakuasi memerlukan peralatan khusus, seperti mountaineering dan climbing.'

Ketersediaan perlengkapan yang memadai sangat penting bagi tim untuk melaksanakan tugas di lapangan. Mereka perlu beradaptasi dengan situasi yang menantang agar keselamatan tetap terjaga dalam pencarian.

Walaupun berbagai alat pendukung telah dikerahkan, kesulitan akses dan kondisi cuaca tetap memperlambat pelaksanaan kegiatan pencarian di lokasi.

Penemuan dan Tindakan Selanjutnya

Pesawat ATR 42-500 berangkat dari Yogyakarta menuju Makassar dan dilaporkan hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026, di perairan Kabupaten Maros. Pesawat terakhir terpantau pada pukul 13.17 WITA saat berada di wilayah tersebut.

Badan SAR Nasional (Basarnas) Makassar segera merespons dengan mengirim tim ke lokasi berdasarkan koordinat dari AirNav. Fokus utama mereka adalah memastikan kondisi pesawat dan lokasi yang tepat.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyampaikan bahwa mereka masih melakukan sortir dan evaluasi lokasi. 'Sortir pertama untuk melakukan asesmen ke lokasi dan juga lima orang, dan diberangkatkan lagi 15 orang yang kedua,' ujarnya.

Baca juga: Finfluencer: Solusi Modern untuk Memperbaiki Keadaan Finansial

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Cuaca Sulit Mempertahankan Upaya Evakuasi Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!