BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 18 JANUARI 2026 • 09:47 WIB

Investigasi Awal Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Sulawesi Selatan

Investigasi Awal Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Sulawesi SelatanInvestigasi Awal Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Sulawesi Selatan

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah merilis dugaan awal mengenai kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Maros, Sulawesi Selatan. Insiden ini diduga disebabkan oleh tabrakan pesawat dengan gunung, yang mengakibatkan alat penanda darurat tidak berfungsi.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak

Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono, menjelaskan bahwa umumnya jika pesawat mengalami tabrakan, sistem Emergency Locator Transmitter (ELT) biasanya tidak berfungsi. Hal ini memaksa pencarian korban dilakukan dengan cara manual, yang tentunya lebih memakan waktu.

Peran Penting Emergency Locator Transmitter

Emergency Locator Transmitter (ELT) memiliki fungsi vital dalam dunia penerbangan karena alat ini dirancang untuk memberikan sinyal darurat setelah terjadinya kecelakaan. Keberadaannya sangat membantu tim SAR dalam melokalisasi lokasi jatuhnya pesawat secara cepat.

Dalam konteks kecelakaan pesawat ATR 42-500, KNKT menyatakan bahwa kerusakan pada ELT dapat terjadi karena dampak dari tabrakan dengan gunung. Soerjanto menyebutkan, 'kalau dia nabrak gunung, itu biasanya ELT-nya tidak bekerja karena hancur juga', menandakan kompleksitas situasi yang dialami.

Oleh karena itu, investigasi lebih lanjut terhadap alat ini dan kondisi pesawat saat kecelakaan menjadi penting agar penyebab utama dapat teridentifikasi.

Baca juga: Google Tanggapi Isu Keamanan Gmail Terkait Phishing

Proses Pencarian Korban

Ketidakberfungsian ELT menghambat proses pencarian korban karena tim SAR tidak memiliki petunjuk pasti mengenai lokasi di mana pesawat jatuh. Upaya pencarian di lapangan kini dilakukan secara manual, yang tentu lebih menyulitkan karena medan yang dilalui.

Dari informasi yang ada, pencarian prioritas saat ini adalah menemukan lokasi pesawat jatuh sebelum melakukan evakuasi terhadap korban. Tim SAR menghadapi tantangan besar, terutama dengan cuaca dan kondisi geografis yang tidak menentu.

Soerjanto juga menekankan pentingnya ditemukan blackbox, yang menyimpan rekaman penerbangan dan data teknis penting. 'Kami sangat berharap juga ditemukan blackbox-nya,' katanya, menandakan urgensi pencariannya bagi investigasi lebih lanjut.

Situasi Terkini dan Langkah Selanjutnya

Di tengah proses pencarian, KNKT terus memantau situasi dan perkembangan dari operasi SAR. Setelah keberadaan pesawat dapat diidentifikasi, langkah selanjutnya adalah evakuasi dan analisis lebih mendalam terhadap bukti-bukti yang ditemukan.

Komitmen untuk menyelidiki lebih lanjut terhadap penyebab kecelakaan menjadi prioritas bagi KNKT, tidak hanya untuk kasus ini tetapi juga untuk keselamatan penerbangan di Indonesia ke depannya. Tim tetap melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mendapatkan informasi terbaru.

Dukungan dari berbagai pihak juga sangat diharapkan untuk membantu proses pencarian dan investigasi ini, sehingga kejadian serupa dapat dihindari di masa yang akan datang.

Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Investigasi Awal Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Sulawesi Selatan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!