Konfirmasi Penumpang dan Kru Pesawat ATR 42-500 yang Hilang di Maros
Kementerian Perhubungan Indonesia mengonfirmasi bahwa pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mengangkut sepuluh orang. Pengumuman ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, berdasarkan data dari operator pesawat.
Baca juga: Mencintai Diri Sendiri: Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Dari sepuluh orang tersebut, tujuh merupakan kru dan tiga merupakan penumpang. Adapun Captain Sukardi tidak ikut dalam penerbangan ini, sehingga jumlah person on board menjadi sepuluh.
Pesawat ATR 42-500 berangkat dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada pagi hari. Meskipun manifest menunjukkan sebelas penumpang terdaftar, Captain Sukardi tidak ikut dalam penerbangan.
Lukman F. Laisa memberikan informasi lebih lanjut, 'Confirm Capt. Sukardi tidak on board, sehingga POB hanya 10 orang.’ Ditambahkan bahwa di dalam pesawat tersebut terdapat tujuh kru dan tiga penumpang.
Berikut adalah daftar nama kru dan penumpang yang berada di dalam pesawat: 1. Capt. Andy Dahananto, 2. Yudha Mahardika, 3. Hariadi, 4. Franky D Tanamal, 5. Junaidi, 6. Florencia Lolita, 7. Esther Aprilita S, 8. Deden (penumpang), 9. Ferry (penumpang), dan 10. Yoga (penumpang).
Baca juga: Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online: Komnas HAM temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia
Pesawat berangkat pada pukul 04.23 UTC, yang setara dengan 11.23 WIB atau 12.23 Wita. Saat mendekati Bandara Hasanuddin, pesawat dilaporkan keluar dari jalur yang semestinya.
Air Traffic Control (ATC) mencoba mengarahkan pesawat untuk kembali ke jalur, namun komunikasi terputus saat instruksi terakhir diberikan. 'Air Traffic Control langsung mendeklarasikan fase darurat DETRESFA atau Distress Phase sesuai ketentuan,' ungkap Lukman.
Fase darurat ini memicu pencarian intensif di kawasan Bantimurung, Kabupaten Maros. Upaya pencarian dipercaya menjadi krusial dalam mengungkap penyebab hilang kontak.
Pencarian pesawat di area pegunungan kapur Bantimurung menemui banyak tantangan, terutama medan yang sulit dijangkau. Tim pencari peralatan canggih dalam usaha menemukan pesawat di lingkungan yang tidak bersahabat.
Sejauh ini, pencarian belum membuahkan hasil signifikan, namun pihak berwenang terus optimis. Komitmen untuk menemukan pesawat tetap tinggi, terutama mengingat informasi yang dibutuhkan dalam situasi ini.
Masyarakat menunjukkan perhatian besar terhadap perkembangan pencarian. Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk memberikan informasi terbaru kepada publik tentang situasi terkini.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: