Inisiatif Pembentukan BUMN Baru di Sektor Tekstil Menciptakan Peluang Investasi Besar
CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani,menanggapi positif inisiatif pemerintah untuk mendirikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru di sektor tekstil.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Perusahaan berencana untuk menyuntikkan modal awal senilai US$6 miliar atau sekitar Rp101 triliun demi tujuan tersebut.
Pembentukan BUMN baru dalam sektor tekstil merupakan inisiatif yang telah diuraikan dalam Rapat Terbatas yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Beliau menekankan bahwa tujuan dari pembentukan BUMN ini adalah untuk menciptakan entitas baru, bukan menghidupkan kembali perusahaan-perusahaan sebelumnya.
Saat diskusi diadakan pada Minggu (11/1), Airlangga menggarisbawahi perlunya pemodelan pendanaan yang komprehensif. Targetnya adalah menyediakan modal awal sebesar US$6 miliar yang akan diperoleh dari Danantara demi memajukan sektor tekstil nasional.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Perkuat Timnas
Rosan Roeslani menyatakan komitmen Danantara dalam proses pembentukan BUMN tekstil, dengan penekanan pada pentingnya turn around perusahaan. Ia mengungkapkan, 'Selama kita yakin bahwa nanti kita bisa turn around perusahaan itu melakukan restrukturisasi secara maksimal', inilah yang menjadi motivasi keterlibatan Danantara.
Ia juga menarik perhatian pada perlunya melakukan kajian kelayakan yang mendalam sebelum berinvestasi. 'Mungkin kita terbuka untuk menerima investasi yang secara return mungkin lebih rendah apabila penciptaan lapangan pekerjaan lebih tinggi,' ujarnya lebih lanjut.
Inisiatif untuk membentuk BUMN baru ini hadir di tengah tantangan yang membekap sektor tekstil, terutama setelah sejumlah perusahaan besar mengalami pailit, termasuk PT Sri Rejeki Isman (Sritex). Saat ditanya mengenai apakah langkah ini berkaitan langsung dengan restrukturisasi Sritex, Rosan memilih untuk tidak mengkonfirmasi.
Airlangga kembali menyoroti pentingnya kreativitas dan inovasi dalam menjawab tantangan yang dihadapi sektor tekstil. Dengan demikian, diharapkan BUMN yang baru dapat berfungsi optimal dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: