BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 15 JANUARI 2026 • 18:44 WIB

Stonehenge: Jejak Peradaban Prasejarah yang Masih Menjadi Misteri

Stonehenge: Jejak Peradaban Prasejarah yang Masih Menjadi MisteriStonehenge: Jejak Peradaban Prasejarah yang Masih Menjadi Misteri

Stonehenge, sebuah monumen prasejarah yang terletak di Wiltshire, Inggris, terus menjadi objek kajian yang menarik perhatian banyak pihak. Meskipun telah dilakukan berbagai penelitian, sebagian besar teka-teki yang mengelilingi tujuan dan cara pembangunan situs ini masih belum terpecahkan.

Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Keberadaan Stonehenge mengisyaratkan tidak hanya nilai arkeologis, tetapi juga makna budaya yang mendalam. Baru-baru ini, studi lebih lanjut menyoroti pentingnya situs ini dalam konteks sejarah manusia dan ritual spiritual.

Sejarah dan Asal Usul Stonehenge

Stonehenge dibangun dalam beberapa fase, dengan perkiraan awal konstruksi pada sekitar 3000 SM hingga 2000 SM. Struktur ini terdiri dari blok batu besar yang dikenal sebagai megalit, yang dipindahkan dari lokasi yang cukup jauh menggunakan teknologi yang ada pada masa itu.

Komunitas yang membangun Stonehenge dipercaya merupakan bagian dari kultur Neolitik, yang menunjukkan kemajuan dalam teknik dan kerjasama sosial. Selain sebagai tempat ibadah, situs ini kemungkinan juga berfungsi sebagai observatorium astronomi dan lokasi pemakaman.

Berdasarkan penelitian, pemindahan batu-batu raksasa ini memerlukan koordinasi yang tinggi antar anggota komunitas. Metode yang digunakan untuk mengangkat dan memindahkan batu-batu tersebut tetap menjadi misteri, memicu sejumlah teori dan spekulasi di kalangan arkeolog.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Klub Prancis Lille

Misteri dan Teori Mengenai Fungsi Stonehenge

Fungsi yang tepat dari Stonehenge masih diperdebatkan di kalangan ilmuwan. Beberapa ahli berpendapat bahwa situs ini digunakan sebagai tempat ibadah, sementara yang lain percaya bahwa situs ini berfungsi sebagai observatorium astronomi untuk mengamati pergerakan matahari dan bulan.

Beberapa penemuan menunjukkan bahwa beberapa pengaturan batu di Stonehenge memiliki hubungan langsung dengan titik terbit dan terbenamnya matahari. Khususnya pada hari titik balik matahari, sinar matahari pertama kali muncul melalui celah tertentu di antara batu-batu tersebut.

Hasil penelitian terbaru juga mengungkapkan bahwa Stonehenge terkait erat dengan sejumlah situs prasejarah lain di Britania Raya, menyiratkan bahwa situs ini merupakan bagian dari sebuah lanskap ritual yang lebih luas.

Warisan Budaya dan Pengaruh Stonehenge di Era Modern

Sebagai simbol penting dalam budaya dan sejarah Eropa, Stonehenge menarik perhatian pengunjung dari seluruh dunia setiap tahunnya. UNESCO menetapkan Stonehenge sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 1986, yang menegaskan pentingnya pemeliharaan dan pelestarian situs ini.

Apa yang menjadikan Stonehenge begitu unik adalah kombinasi antara arkeologi, astronomi, sejarah, dan spiritualitas. Banyak pengunjung datang tidak hanya untuk tujuan akademis, tetapi juga untuk menghayati pengalaman spiritual yang ditawarkan oleh situs ini.

Di era modern, berbagai festival dan acara diadakan di sekitar Stonehenge, merayakan warisan lokal dan internasional. Namun, tantangan dalam pelestarian situs ini tetap ada, terutama terkait dengan kerusakan akibat faktor lingkungan dan peningkatan jumlah pengunjung.

Baca juga: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru Menjelang Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Stonehenge: Jejak Peradaban Prasejarah yang Masih Menjadi Misteri

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!