Proses Evakuasi Jenazah Pendaki Hilang di Gunung Slamet Menghadapi Tantangan Berat
Evakuasi jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan, 18, yang hilang selama 17 hari di Gunung Slamet, menghadapi banyak kendala akibat medan yang terjal dan cuaca yang tidak mendukung.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Korban ditemukan dalam keadaan meninggal pada Rabu, 14 Januari 2026, setelah Tim SAR Gabungan melakukan pencarian intensif.
Syafiq Ridhan dilaporkan hilang kontak sejak tanggal 27 Desember 2025. Tim SAR Tahap 2 akhirnya menemukan jenazahnya pada Rabu pagi di tebing kawah puncak Gunung Slamet.
Penemuan terjadi pukul 10.22 WIB di daerah Batu Watu Langgar dengan kedalaman sekitar 50 meter di area yang sulit dijangkau. Operasi pencarian yang intensif selama dua hari menunjukkan hasil setelah upaya pencarian yang dilakukan selama 17 hari.
Lokasi penemuan sangat terjal, yang membuat perjalanan ke lokasi tersebut sangat menantang bagi tim penyelamat. Pencarian yang bertahan hampir tiga minggu ini melibatkan berbagai elemen, termasuk tim SAR dan relawan.
Baca juga: Deddy Mahendra Desta Dukung Tuntutan 17+8 di Tengah Kontroversi
Setelah penemuan jenazah, proses evakuasi diprediksi akan memakan waktu yang cukup lama. Catur Budi Fajar Sumarmo, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Magelang, menjelaskan bahwa menaikkan jenazah dari jurang menuju basecamp diestimasi memerlukan waktu sekitar 15 jam.
Faktor cuaca yang diperkirakan bisa berubah menjadi badai juga menjadi tantangan besar bagi tim. Kewaspadaan ekstra dituntut dari tim oleh karena potensi perubahan cuaca yang ekstrem.
Tim SAR harus berhati-hati dalam proses evakuasi untuk menghindari risiko yang lebih besar, sekaligus berupaya untuk cepat dalam menangani jenazah agar segera dibawa ke rumah sakit.
Setelah evakuasi, jenazah Syafiq akan dibawa ke rumah sakit di Pemalang untuk proses pembersihan dan pemulasaraan. Ini merupakan prosedur standar yang harus dilalui sebelum penyerahan kepada keluarga.
Proses pemulasaraan ini penting untuk memastikan bahwa semua aspek kewajiban identitas dan keperluan sudah terpenuhi. Setelah selesai, jenazah akan diberangkatkan ke rumah duka di Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara.
Perjalanan darat ke Kota Magelang diperkirakan memakan waktu lebih dari empat jam, yang mengharuskan tim SAR dan keluarga melakukan persiapan yang matang untuk memastikan semua kebutuhan selama perjalanan terpenuhi.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton Optimal
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: