Cahaya: Kunci untuk Meningkatkan Suasana Hati Anda
Cahaya dapat memengaruhi suasana hati secara signifikan. Dari cuaca cerah hingga kondisi pencahayaan di dalam ruangan, semuanya bermain peran dalam emosi kita.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis
Penelitian menunjukkan bahwa paparan sinar matahari berhubungan langsung dengan peningkatan kadar serotonin, yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan. Maka, tidak mengherankan jika hari-hari mendung membuat banyak orang merasa lesu.
Cahaya memiliki efek yang signifikan terhadap mood manusia. Sedikit cahaya dapat mengakibatkan perasaan sedih atau malas, sedangkan cahaya yang cukup dapat meningkatkan semangat.
Penelitian menunjukkan bahwa paparan sinar matahari bisa meningkatkan kadar serotonin, yang sering disebut sebagai 'hormon bahagia'. Maka tak heran, saat hari mendung, banyak orang merasa kurang bersemangat.
Dalam suasana yang lebih redup, produksi melatonin meningkat, yang bisa membuat kita merasa lebih mengantuk. Hal ini menunjukkan bagaimana ritme sirkadian kita sangat dipengaruhi oleh cahaya.
Maka, memilih tempat dengan pencahayaan alami bisa membantu memperbaiki suasana hati kita.
Ada berbagai jenis cahaya yang bisa memengaruhi mood kita, termasuk cahaya alami dan cahaya buatan. Cahaya alami, seperti sinar matahari, memberikan efek positif yang paling besar.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa BEM SI Dipastikan Digelar pada 2 September 2025
Cahaya buatan, seperti lampu neon atau fluoresein, bisa menciptakan suasana yang berbeda. Paparan berlebih dari lampu tersebut dalam waktu lama dapat menyebabkan rasa lelah dan stress.
Cahaya dengan warna tertentu juga dapat memengaruhi emosi. Misalnya, cahaya biru diketahui bisa membantu meningkatkan fokus, sedangkan cahaya merah dapat menciptakan suasana hangat dan akrab.
Oleh karena itu, memilih warna lampu di rumah atau tempat kerja bisa berkontribusi pada kesehatan mental kita.
Banyak studi menunjukkan bahwa kekurangan cahaya, terutama di musim dingin, bisa berkontribusi pada gangguan afektif musiman atau Seasonal Affective Disorder (SAD).
Gejala umum dari kondisi ini termasuk perasaan sedih dan kurangnya energi. Mencari terapi cahaya menjadi salah satu solusi yang banyak digunakan oleh mereka yang mengalami masalah ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: