Strategi Pemerintah untuk Pemulihan Pascabencana di Sumatera Barat
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, telah mengumpulkan kepala daerah se-Provinsi Sumatera Barat guna membahas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos
Pertemuan ini merupakan langkah strategis pemerintah pusat dalam menangani dampak bencana yang mempengaruhi wilayah tersebut.
Mendagri mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah melakukan mobilisasi nasional dengan melibatkan TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, sebuah Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana telah dibentuk dan dipimpin langsung oleh Tito.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni: Polisi Kembali Barang yang Hilang
Dari 19 kabupaten/kota di Sumater Barat, 16 di antaranya teridentifikasi terdampak bencana. Namun, banyak pemerintahan daerah yang telah kembali beroperasi.
Tito menjelaskan, 'Indikator-indikator di Sumatera Barat relatif kami kira cukup menggembirakan. Kenapa? Karena semua pemerintahannya dari 16 yang terdampak ini, kita lihat hampir semuanya hijau pemerintah kabupatennya.'
Meskipun sudah ada banyak daerah yang mulai pulih, Tito menyoroti beberapa wilayah seperti Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam, dan Pesisir Selatan yang memerlukan dukungan lebih lanjut.
Dia menegaskan, 'Yang belum-belum pulih itu kita kendalikan lagi, secepat mungkin kita keroyok rame-rame,' menekankan pentingnya kolaborasi dalam mempercepat proses pemulihan.
Baca juga: Presiden Prabowo Temui Pimpinan Serikat Pekerja Bahas Aksi Demonstrasi dan RUU
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: