Pembongkaran Tiang Monorel: Langkah Revitalisasi Jakarta di 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera memulai pembongkaran tiang monorel yang terletak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Rabu, 14 Januari 2026.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Perkuat Timnas
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengundang mantan Gubernur Sutiyoso untuk hadir dalam momen penting ini, yang mencakup total 98 tiang monorel.
Pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said menjadi langkah krusial dalam revitalisasi infrastruktur Jakarta. Kapusdatin Bina Marga DKI Jakarta, Dinar Wenny, menyebutkan target penyelesaian pembongkaran adalah pada September 2026.
Dinar menjelaskan, 'Jumlah tiang monorel yang akan dibongkar sebanyak 98 tiang,' menandakan skala proyek dan dampaknya terhadap masyarakat. Setelah pembongkaran, kawasan tersebut akan ditata kembali dengan perbaikan pada trotoar dan infrastruktur pendukung.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas estetika dan keselamatan jalan untuk para pejalan kaki. Proses ini diharapkan mampu membawa keuntungan jangka panjang bagi masyarakat Jakarta.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Pramono Anung mengungkapkan pentingnya kehadiran Sutiyoso dalam proses pembongkaran, yang dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap proyek yang telah lama terhenti. 'Minggu depan ini monorel yang sudah dibangun dari tahun 2004 kita bongkar,' jelasnya.
Pramono berharap kehadiran Sutiyoso dapat mewujudkan kedamaian bagi mantan gubernur tersebut, sekaligus mengingatkan pada beban yang dia pikul saat proyek terbengkalai.
Pembangunan monorel yang dimulai pada tahun 2004 diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri, tetapi terhenti karena masalah pendanaan dan administrasi yang kompleks.
Pemprov DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 100 miliar untuk proyek pembongkaran, yang mencakup penataan jalan dan trotoar. Pramono mempertegas bahwa dana tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi pembongkaran tiang, tetapi juga untuk perbaikan infrastruktur lainnya.
'Rp 100 miliar yang dikeluarkan itu bukan hanya untuk membongkar tiang monorel,' ungkapnya, menunjukkan pentingnya totalitas perbaikan kawasan.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah memastikan bahwa pembongkaran tiang monorel akan dilakukan pada malam hari guna meminimalkan gangguan lalu lintas. Syafrin dari Dishub menambahkan, 'Tidak ada penutupan jalan selama proses pembongkaran tiang monorel.'
Baca juga: Universitas Islam Bandung dan Universitas Pasundan Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kericuhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: