BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 10 JANUARI 2026 • 21:20 WIB

Prediksi Musk: China Ungguli AS dalam Perlombaan AI

Prediksi Musk: China Ungguli AS dalam Perlombaan AIPrediksi Musk: China Ungguli AS dalam Perlombaan AI

Elon Musk mengungkapkan bahwa China bisa melampaui negara lain dalam perkembangan kecerdasan buatan (AI). Ia menyatakan bahwa infrastruktur kelistrikan dan pengembangan chip domestik menjadi kunci utama dalam ambisi tersebut.

Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuan Istimewa di DPR

Dalam sebuah podcast, Musk menjelaskan bahwa jika tren ini berlanjut, China akan memimpin dalam perlombaan AI global dan meninggalkan Amerika Serikat di belakangnya. Prediksi ini berkaitan dengan kapasitas listrik yang dimiliki China, yang jauh lebih besar dibandingkan AS.

Keunggulan Infrastruktur Energi China

Musk menekankan bahwa kapasitas pembangkitan listrik China akan mencapai tiga kali lipat output listrik Amerika Serikat pada 2026. Dengan kapasitas yang lebih besar ini, China diuntungkan dalam menyediakan energi untuk pusat data AI yang sangat membutuhkan daya listrik.

Ia membahas potensi skala pembangkitan listrik di China, yang dipandang sebagai faktor kunci dalam meningkatkan kemampuan komputasi AI. Proyek-proyek AI di AS kerap terhambat oleh keterbatasan pasokan listrik di beberapa wilayah.

Zhou Mi, peneliti senior dari Chinese Academy of International Trade and Economic Cooperation, mendukung pandangan Musk dengan menggambarkan bahwa infrastruktur listrik di China adalah pendorong utama pertumbuhan kapasitas komputasi.

Baca juga: Kericuhan Memanas di Bandung: Penjelasan Terkait Insiden Gas Air Mata

Perlombaan Teknologi Tinggi antara AS dan China

Ketegangan antara AS dan China dalam pengembangan teknologi tinggi semakin meningkat, terutama terkait akses terhadap semikonduktor yang penting untuk AI. AS berusaha membatasi perdagangan teknologi canggih wajah kekhawatiran atas kemajuan teknologi China yang pesat.

Musk percaya bahwa upaya tersebut mungkin tidak cukup memberikan dampak signifikan dalam jangka panjang. Ia percaya bahwa 'China akan menemukan solusi soal chip tersebut,' menunjukkan keyakinan pada inovasi lokal.

Riset dari Morgan Stanley mencatat bahwa swasembada China dalam GPU AI meningkat dari di bawah 10 persen di 2020 menjadi 34 persen pada 2024, dan diperkirakan akan mencapai 82 persen pada 2027.

Rencana Ambisius China Dalam AI

China memiliki target ambisius untuk mencapai ketahanan dalam pasokan teknologi inti AI pada 2027. Rencana ini berfokus pada integrasi AI ke dalam berbagai sektor, terutama industri manufaktur.

Dengan mendorong pertumbuhan inovasi teknologi, China ingin menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan AI dan memperkuat industri baru yang berkaitan.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjangnya, pengembangan chip domestik dianggap vital untuk menjamin akses yang lebih baik terhadap teknologi yang diperlukan untuk menyokong kemajuan dalam kemampuan AI.

Baca juga: Google Tanggapi Isu Keamanan Gmail Terkait Phishing

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Prediksi Musk: China Ungguli AS dalam Perlombaan AI

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!