BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 10 JANUARI 2026 • 18:24 WIB

Protes Meluas di Iran: Pemimpin Tertinggi Memutus Internet dan Menyalahkan Demonstran

Protes Meluas di Iran: Pemimpin Tertinggi Memutus Internet dan Menyalahkan DemonstranProtes Meluas di Iran: Pemimpin Tertinggi Memutus Internet dan Menyalahkan Demonstran

Demonstrasi di Iran semakin meluas setelah pemerintah memberlakukan pemutusan koneksi internet secara nasional. Tindakan ini diambil setelah Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei menuduh pengunjuk rasa berbuat kerusakan.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja Dari Rumah untuk ASN

Gelombang protes yang dimulai sejak akhir Desember lalu dipicu oleh meningkatnya inflasi dan ketidakpuasan terhadap pemerintah. Masyarakat menunjukkan kemarahan mereka di berbagai kota, menuntut perubahan.

Pemutusan Internet dan Ancaman Terhadap Pengunjuk Rasa

Pemerintah Iran melakukan pemutusan koneksi internet di seluruh negara setelah Ali Khamenei memberikan peringatan kepada pengunjuk rasa. Kelompok pemantau NetBlock melaporkan bahwa tindakan ini bertepatan dengan meningkatnya reaksi terhadap protes yang berlangsung di berbagai daerah.

Khamenei menyebut aksi demonstrasi sebagai tindakan merusak dan beranggapan bahwa para pengunjuk rasa berafiliasi dengan Presiden AS, Donald Trump. Dalam pernyataannya, ia menyatakan, 'Semalam di Teheran, sekelompok perusak dan perusuh datang dan menghancurkan bangunan milik negara.'

Tak lama setelah itu, faksi oposisi yang dipimpin oleh Reza Pahlavi menyerukan agar warga turun ke jalan untuk melawan pemerintahan yang ada. Seruan ini menambah ketegangan dan semangat para demonstran di lapangan.

Baca juga: Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online: Komnas HAM temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Kondisi di Lapangan dan Dampak dari Protes

Media pemerintah menyajikan gambar kerusakan serius di kota-kota yang terdampak, seperti kendaraan, gedung, dan infrastruktur publik yang terbakar. Sejumlah jurnalis lokal bahkan menyebut kondisi di daerah tersebut sebagai 'zona perang,' khususnya di pelabuhan Rasht.

Banyak warga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah mengenai masalah ekonomi, terutama inflasi yang semakin meningkat. Tindakan represif pemerintah untuk merespons protes justru memperburuk keadaan dan membuat masyarakat semakin tidak puas.

Seruan untuk perubahan rezim semakin menguat dengan aksi demo yang berlangsung di hampir seluruh wilayah Iran. Khamenei menanggapi dengan meminta agar para demonstran 'ditempatkan pada tempatnya,' yang hanya memperburuk kemarahan publik dan meningkatkan tensi di lapangan.

Upaya Pemerintah untuk Meredakan Krisis

Dalam upaya menghadapi demonstrasi yang meluas, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, berupaya untuk mendorong dialog dengan masyarakat terkait pemulihan ekonomi. Meski demikian, banyak pihak menilai tindakan ini masih belum cukup untuk meredakan ketegangan.

Khamenei yang terus melontarkan tuduhan terhadap para pengunjuk rasa sebagai agen asing hanya semakin memperburuk citra pemerintah di mata rakyat. Tuntutan untuk reformasi semakin kencang, mendorong masyarakat untuk bersikap lebih keras terhadap pemerintah.

Protes pun terus berlanjut, dengan laporan dari berbagai organisasi yang menunjukkan peningkatan ketegangan. Situasi ini menyiratkan bahwa krisis ini mungkin akan berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

Baca juga: Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Protes Meluas di Iran: Pemimpin Tertinggi Memutus Internet dan Menyalahkan Demonstran

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!