Kebakaran Besar Mengancam Warga Victoria di Tengah Cuaca Ekstrem
Warga Victoria, Australia, dihadapkan pada ancaman signifikan kehilangan properti akibat kebakaran hutan yang meluas seiring dengan gelombang panas ekstrem. Prakiraan cuaca menunjukkan suhu mungkin mencapai rekor tertinggi, meningkatkan risiko kebakaran di kawasan tersebut.
Baca juga: Mencintai Diri Sendiri: Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Pemerintah setempat telah mengeluarkan larangan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, sementara keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama di tengah kondisi yang mengkhawatirkan.
Pemerintah Victoria mengumumkan status bahaya kebakaran berada pada kategori 'katastropik'. Larangan total terhadap aktivitas yang bisa memicu kebakaran juga diberlakukan, mengingat suhu yang diperkirakan akan mencapai 42 derajat Celsius.
Lebih dari 36.000 hektare lahan telah terbakar dalam beberapa hari terakhir, dengan sepuluh rumah di Ruffy hancur total akibat kobaran api. Kepala Petugas Country Fire Authority (CFA) Jason Heffernan menyatakan, 'Kondisi ini mengharuskan warga Victoria bersiap menghadapi lebih banyak kerusakan properti atau bahkan hal yang lebih buruk.'
Baca juga: Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online: Komnas HAM temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia
Kapten CFA Ruffy, George Noye, menggambarkan dampak kebakaran yang sangat parah, berkata, 'Jalan utama terlihat seperti baru saja dibom, kami kehilangan sebuah sekolah.' Banyak warga yang kehilangan mata pencaharian, termasuk ternak dan fasilitas pertanian.
Walaupun hingga kini tidak ada laporan korban jiwa, situasi ini tetap mengkhawatirkan baik bagi para pelintas maupun penghuni lokal. Kewaspadaan tinggi dianjurkan untuk semua warga, bahkan mereka yang tidak berada di dekat titik kebakaran aktif.
Wakil Komisaris Kepolisian Victoria, Bob Hill, mengungkapkan bahwa tiga orang, termasuk dua dewasa dan seorang anak, masih belum ditemukan di kawasan Longwood. Pihak berwenang sebelumnya telah berkomunikasi dengan mereka dan mendesak untuk mencari perlindungan dari bahaya yang ada.
Hill mencatat, 'Mereka bisa saja selamat, mereka bisa saja masih hidup. Kami tetap membuka semua kemungkinan.' Kebakaran juga terjadi di kawasan lain seperti Walwa, yang telah menghanguskan lebih dari 17.000 hektare lahan.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool, Bursa Transfer Musim Panas Berakhir
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: