Sanksi Seumur Hidup untuk Pemain KAFI Jogja Setelah Tindakan Kekerasan di Liga 4
Dwi Pilihanto, seorang pemain dari KAFI Jogja, dijatuhi sanksi larangan bermain seumur hidup oleh PSSI akibat tindakan kekerasan dalam pertandingan Liga 4.
Baca juga: Apple Siapkan Peluncuran iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Insiden tersebut melibatkan Dwi yang menendang kepala lawan, Amirul, yang mengakibatkan cedera serius dan mengundang perhatian publik terhadap masalah kekerasan di lapangan.
Pertandingan Liga 4 Daerah Istimewa Yogyakarta berlangsung pada Selasa, 6 Januari 2026, saat Dwi Pilihanto bertanding melawan UAD FC.
Dalam situasi perebutan bola, Dwi melakukan tindakan brutal dengan menendang kepala lawan, Amirul, yang mengakibatkan Amirul terjatuh dan membutuhkan perawatan medis.
Meskipun saat itu Dwi hanya menerima kartu kuning, investigasi Panitia Disiplin PSSI DIY menunjukkan bahwa insiden tersebut lebih serius, menyoroti kekhawatiran akan kekerasan di kompetisi sepakbola level bawah.
Baca juga: Presiden Prabowo Temui Pimpinan Serikat Pekerja Bahas Aksi Demonstrasi dan RUU
PSSI DI Yogyakarta memberikan sanksi larangan bermain seumur hidup kepada Dwi Pilihanto melalui surat keputusan resmi, menyatakan bahwa tindakan kekerasan tidak dapat ditoleransi.
Sanksi tersebut berdasarkan pelanggaran Pasal 48 Jo. Pasal 49 Jo. Pasal 10 Jo. Pasal 19 Kode Disiplin PSSI 2025, yang mempertegas pentingnya menjaga integritas permainan.
Menanggapi keputusan PSSI, KAFI Jogja langsung memecat Dwi. Dalam pernyataan resmi, klub menyatakan, "Tim KAFI menerima dengan baik seluruh putusan Komdis PSSI DIY," menegaskan pentingnya disiplin dalam tim.
KAFI Jogja juga mengekspresikan dukungan terhadap Amirul, korban dari insiden kekerasan tersebut, dan mendoakannya untuk segera pulih dari cedera.
Klub menekankan bahwa membangun budaya fair play di kalangan pemain menjadi fokus utama mereka, agar insiden serupa tidak terulang.
Kejadian ini menggarisbawahi pentingnya menjaga keselamatan pemain demi integritas kompetisi serta perlunya tindakan tegas terhadap kekerasan di dunia olahraga.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung Berujung Penembakan Gas Air Mata oleh Pengamanan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: