Inflasi Ekstrem Venezuela Buat Harga Pangan dan Kebutuhan Sehari-Hari Melonjak Drastis
Venezuela berjuang dengan inflasi yang mencapai 65.000% pada tahun 2025, menciptakan dampak serius terhadap daya beli masyarakat. Situasi semakin rumit setelah serangan militer oleh Amerika Serikat yang mengakibatkan Presiden Nicolas Maduro ditangkap, memperburuk ketidakpastian politik dan ekonomi.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Perkuat Timnas
Kekacauan inflasi ini tidak hanya mempengaruhi harga bahan makanan, tetapi juga barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti pasta gigi dan sampo. Ini menimbulkan tantangan besar bagi masyarakat yang harus beradaptasi dengan lonjakan harga yang sangat tinggi.
Venezuela telah menderita hiperinflasi selama beberapa dekade, dengan laju inflasi yang melambung tinggi. International Monetary Fund (IMF) memperkirakan inflasi tahunan Venezuela mencapai sekitar 270% pada tahun 2025, dengan kemungkinan meningkat di atas 600% pada tahun 2026.
Meski ada sedikit perbaikan dibandingkan dengan puncak inflasi sebelumnya, masalah mendasar tetap ada, termasuk gejolak ekonomi yang berkepanjangan dan depresiasi mata uang. Kenaikan harga dimulai sejak tahun 2015, dengan inflasi tahunan yang mencapai 254,9% pada 2016 dan terus meningkat menjadi 438,1% pada 2017.
Puncaknya terjadi pada tahun 2018, ketika inflasi melesat hingga 65.374%. Keadaan ini terus menimbulkan tantangan bagi masyarakat yang semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.
Baca juga: Staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba, Meninggal Dunia Akibat Penembakan
Harga bahan pangan di Venezuela terus melonjak, dengan laporan dari CEDICE Observatorio de Gasto Publico menunjukkan kenaikan signifikan pada gula, kopi, dan daging sapi. Dalam survei dari Mei 2024 hingga Mei 2025, harga gula meningkat sebesar 360%, sementara harga kopi dan daging sapi naik masing-masing sebesar 366% dan 361%.
Kenaikan harga gula yang drastis mencerminkan tekanan kuat pada komoditas esensial bagi keluarga, membuatnya semakin sulit diakses oleh masyarakat. Harga kopi pun melambung tinggi, bergerak dari 397 Bs menjadi 1.850 Bs, yang membawa implikasi besar bagi pengeluaran rumah tangga.
Daging sapi juga mengalami kenaikan yang tajam, dari 333 Bs pada Mei 2024 menjadi 1.536 Bs. Lonjakan harga pada sumber protein utama ini menunjukkan bahwa masyarakat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari.
Inflasi di Venezuela tidak hanya berdampak pada pangan, tetapi juga barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti pasta gigi, tisu toilet, dan sampo. Harga pasta gigi mengalami peningkatan dari 113 Bs menjadi 386 Bs, menunjukkan kenaikan signifikan 241% dalam setahun.
Kenaikan harga ini juga terlihat pada tisu toilet, yang menjadi semakin mahal. Hal ini menunjukkan bahwa inflasi telah merembet ke barang-barang esensial yang tidak dapat dihindari.
Sampo pun ikut terpengaruh, dengan harga melambung dari sekitar Rp13.837 menjadi Rp44.789, mencerminkan kenaikan sekitar 223%. Ini mengindikasikan bahwa tekanan inflasi tidak hanya terbatas pada kebutuhan pangan, tetapi juga merambah ke barang-barang dasar yang vital dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: