Rusia Dukung Rodriguez Saat AS Terlibat di Venezuela
Pemerintah Rusia telah secara resmi memberikan dukungannya kepada Delcy Rodriguez sebagai Presiden Interim Venezuela. Ini merupakan reaksi langsung terhadap langkah militer yang diambil oleh Amerika Serikat untuk menangkap Nicolas Maduro.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis
Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa Venezuela berhadapan dengan ancaman neokolonial dan menekankan pentingnya hak negara tersebut untuk menentukan nasibnya sendiri.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengeluarkan pernyataan yang menegaskan dukungan bagi kedaulatan Venezuela. Mereka mencatat bahwa hak Venezuela untuk menentukan nasibnya sendiri harus dijamin tanpa campur tangan eksternal.
"Kami dengan tegas mendesak agar Venezuela dijamin haknya untuk menentukan nasibnya sendiri tanpa campur tangan eksternal yang bersifat merusak," tulis pernyataan tersebut.
Rusia menekankan bahwa langkah yang diambil oleh pemerintah Rodriguez merupakan bentuk pembelaan yang sah bagi sebuah negara yang berdaulat. Hal ini menunjukkan komitmen Rusia untuk menghadapi tekanan internasional yang mungkin timbul.
Kehadiran Rusia sebagai pendukung Rodriguez juga dipandang sebagai strategi untuk melindungi kepentingan politik dan ekonomi di kawasan Amerika Latin.
Meskipun tidak menyebut Amerika Serikat secara langsung, pernyataan Rusia mencerminkan reaksi terhadap pengiriman pasukan khusus oleh Presiden Donald Trump. Langkah ini bukan hanya mengejutkan Moskow, tetapi juga memicu kecaman dari pemerintah Rusia.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Rusia berpendapat bahwa tindakan Presiden Rodriguez adalah langkah yang sah untuk melindungi kedaulatan Venezuela, yang dapat menandai titik ketegangan baru dalam hubungan internasional.
Dari sudut pandang Rusia, tindakan AS merupakan bentuk agresi yang bisa merusak stabilitas kawasan. Seorang sumber senior di Rusia mengingatkan, "Jika Trump menegaskan kembali Doktrin Monroe, maka Rusia juga memiliki hak atas zona pengaruhnya sendiri."
Ini menunjukkan bahwa meskipun menciptakan ketegangan, Rusia tetap berkomitmen untuk menunjukkan keberadaan dan pengaruhnya di kawasan tersebut.
Presiden Vladimir Putin mengambil langkah hati-hati dalam menyikapi situasi ini, tetap menjaga keseimbangan kepentingan, terutama terkait dengan konflik di Ukraina. Pendekatan ini menunjukkan bahwa meskipun ada ketegangan, hubungan bilateral tetap menjadi fokus.
Hingga saat ini, Putin belum memberikan komentar resmi tentang potensi penangkapan Maduro. Namun, kementerian luar negeri Rusia dengan jelas menyampaikan ketidakpuasan mereka terhadap tindakan AS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: