Venezuela Deklarasikan Satu Pekan Berkabung Pasca Serangan Militer AS
Pemimpin sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, telah mengumumkan masa berkabung selama satu minggu untuk menghormati korban serangan Amerika Serikat yang baru-baru ini terjadi.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos
Pengumuman ini bertujuan untuk memberikan penghormatan kepada mereka yang kehilangan hidup dalam serangan yang ditujukan untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.
Serangan oleh Angkatan Bersenjata Amerika Serikat berlangsung pada hari Sabtu, 3 Januari 2026, yang ditujukan untuk menangkap Presiden Nicolas Maduro.
Menurut pernyataan resmi dari Washington, hampir 200 tentara AS dikerahkan untuk menjalankan operasi ini.
Dalam respon terhadap serangan tersebut, baik Kuba maupun Venezuela mengkonfirmasi bahwa 55 personel militer mereka tewas, dan terdapat banyak korban lainnya dari kalangan sipil.
Jaksa Agung Venezuela mencatat adanya puluhan korban, meski belum merinci jumlah pastinya.
Target penangkapan terhadap Maduro serta istrinya, Cilia Flores, menandai fase penting dalam pemerintahan Maduro yang selama ini dianggap semakin otoriter.
Baca juga: Deddy Mahendra Desta Dukung Tuntutan 17+8 di Tengah Kontroversi
Penangkapan ini merupakan bagian dari usaha lebih besar oleh Amerika Serikat untuk mengubah kepemimpinan di Venezuela.
Washington menuduh Maduro terlibat dalam tindakan kartel narkoba, yang menjadi dalih untuk upaya penangkapannya, dengan imbalan uang sebesar US$ 50 juta bagi siapapun yang dapat memberikan informasi terkait.
Tuduhan ini semakin memperburuk hubungan antara Venezuela dan AS, yang sudah tegang selama bertahun-tahun.
Masyarakat Venezuela mengalami dampak langsung dari serangan tersebut, yang meliputi kehilangan jiwa dan trauma psikologis.
Masa berkabung yang diumumkan diharapkan dapat memberikan waktu dan ruang bagi keluarga korban untuk berduka dan menghormati para pahlawan mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: