Dukungan Eropa untuk Denmark Hadapi Ancaman Pencaplokan Greenland oleh AS
Sejumlah pemimpin Eropa secara resmi mendukung Denmark menghadapi rencana Presiden AS Donald Trump yang berniat menguasai Greenland.
Baca juga: Sidang Etik Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online: Tindakan Berat di Lingkungan Polri
Pernyataan ini mendapat perhatian luas karena menggarisbawahi pentingnya kedaulatan teritorial dalam dinamika hubungan internasional.
Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, dan sejumlah pemimpin Eropa lainnya menandatangani pernyataan tegas menolak rencana Donald Trump.
Dalam pernyataan tersebut, mereka menyatakan bahwa keamanan Arktik merupakan prioritas utama bagi Eropa, yang berhubungan erat dengan keamanan internasional.
"Keamanan Arktik tetap menjadi prioritas utama bagi Eropa dan sangat penting bagi keamanan internasional dan transatlantik," ungkap pernyataan tersebut, seperti dilaporkan oleh AFP pada Selasa (6/1/2026).
Pernyataan ini menunjukkan solidaritas dari negara-negara Eropa dalam mempertahankan integritas wilayah Denmark.
Pemimpin Eropa menegaskan bahwa Denmark serta Greenland adalah bagian integral dari NATO, yang harus dihormati oleh semua negara, termasuk Amerika Serikat.
Baca juga: Presiden Prabowo Temui Pimpinan Serikat Pekerja Bahas Aksi Demonstrasi dan RUU
"Oleh karena itu, keamanan di Arktik harus dicapai secara kolektif, bersama dengan sekutu NATO termasuk Amerika Serikat, dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip Piagam PBB, termasuk kedaulatan, integritas teritorial, dan tidak dapat diganggu gugatnya perbatasan," tambah mereka.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Greenland adalah milik rakyatnya sendiri dan tidak ada negara luar yang berhak menguasai wilayah tersebut.
Hal ini menjadi peringatan bagi pihak-pihak yang ingin melakukan tindakan sepihak terhadap integritas teritorial Greenland.
Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, menyampaikan pernyataan tegas tentang potensi pencaplokan oleh AS, yang dipandang bisa berdampak fatal bagi aliansi militer NATO.
"Jika Amerika Serikat memilih untuk menyerang negara NATO lain secara militer, maka semuanya akan berakhir," jelas Frederiksen dalam wawancara dengan stasiun televisi Denmark TV2 pada hari Senin (5/1) waktu setempat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: