Sanae Takaichi Serukan Pentingnya Dialog dengan Tiongkok di Awal Tahun 2026
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menggarisbawahi pentingnya dialog dengan Tiongkok dalam pidato pembuka tahun 2026, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa BEM SI Dipastikan Digelar pada 2 September 2025
Ia menyatakan bahwa komunikasi adalah kunci untuk mengelola perbedaan dan menciptakan kestabilan dalam hubungan internasional.
Dalam konferensi pers pertamanya di awal tahun, Takaichi menekankan sikap terbuka Jepang terhadap dialog dengan Tiongkok.
Ia menegaskan, "Negara kami terbuka terhadap berbagai peluang dialog dengan Tiongkok dan tidak pernah menutup pintu," ungkap Takaichi, seperti dilaporkan oleh Kyodo News dan Anadolu Agency.
Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Hubungan antara Jepang dan Tiongkok memburuk setelah Takaichi mengeluarkan pernyataan mengenai situasi Taiwan yang dianggap mengancam Jepang.
Pernyataan tersebut mengacu pada ketentuan konstitusi yang memungkinkan Jepang memanfaatkan hak pertahanan diri kolektif dalam situasi tertentu dan dinilai memicu reaksi dari pemerintah Tiongkok.
Sebelumnya, Kedutaan Besar Tiongkok di Jepang mengeluarkan peringatan tentang kondisi keamanan publik yang memburuk di Jepang, menyarankan warganya untuk menunda perjalanan ke negeri tersebut.
Tanggapan pemerintah Jepang atas imbauan tersebut masih belum diumumkan, meskipun ketegangan berlanjut dengan tindakan Tiongkok termasuk larangan impor makanan laut Jepang.
Baca juga: Finfluencer: Solusi Modern untuk Memperbaiki Keadaan Finansial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: