Inovasi Rahim Buatan: Solusi untuk Bayi Prematur di Indonesia
Kelahiran prematur menjadi salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Fritz
Para ilmuwan kini mengembangkan rahim buatan yang diharapkan dapat meningkatkan peluang bertahan hidup bayi yang lahir terlalu dini.
Bayi yang lahir prematur sering kali menghadapi berbagai risiko kesehatan serius, seperti kematian akibat komplikasi. Masalah pernapasan dan infeksi adalah dua di antara tantangan terbesar yang mereka hadapi.
Dengan cadangan nutrisi yang terbatas dan sistem tubuh yang belum sepenuhnya matang, mereka berisiko tinggi mengalami malnutrisi serta masalah perkembangan jangka panjang. Data menunjukan bahwa risiko komplikasi meningkat seiring dengan semakin awalnya kelahiran bayi.
Indonesia menduduki peringkat kelima tertinggi di dunia dalam angka kelahiran prematur, dengan sekitar 675.700 bayi lahir setiap tahunnya. Hal ini menggambarkan pentingnya pencarian solusi yang inovatif untuk mendukung kesehatan bayi-bayi ini.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Rahim buatan bernama AquaWomb telah dikembangkan oleh tim dokter dari Rumah Sakit Universitas Radboud Nijmegen, Belanda. Perangkat ini dirancang untuk meniru kondisi dalam rahim ibu, menggunakan cairan ketuban buatan yang dipanaskan.
Myrthe van der Ven, salah satu pendiri AquaWomb, menjelaskan, "Kami ingin mempertahankan fisiologi janin, sirkulasi janin, kami ingin menjaganya tetap utuh… sehingga janin dapat berkembang beberapa minggu lagi." Penelitian menunjukkan bahwa tambahan waktu pengembangan ini dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup secara signifikan.
AquaWomb berfungsi dengan menghubungkan bayi ke plasenta buatan, memberikan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh dengan baik.
Untuk menerapkan teknologi rahim buatan ini, proses kelahiran melalui operasi cesar menjadi suatu keharusan. Begitu bayi dilahirkan, mereka akan langsung dimasukkan ke dalam AquaWomb untuk melindungi paru-paru dari paparan udara.
Menurut Willem de Boode, dokter anak-neonatolog, penting untuk menghindari pernapasan spontan, sehingga "bayi tidak mulai bernapas dengan udara tetapi berada dalam cairan amnion buatan."
Dengan cara ini, akses ke plasenta buatan untuk suplai oksigen dan nutrisi menjadi esensial. Penelitian serupa juga dilakukan di negara lain, seperti Amerika Serikat dan Kanada, dan menunjukkan kemajuan yang menjanjikan dalam perawatan neonatal.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru Menjelang Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: