Psikologi di Balik Kebiasaan Menunda dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental
Menunda adalah kebiasaan yang umum dijumpai dalam berbagai konteks, meski tampaknya sepele, dampaknya dapat sangat besar terhadap kesehatan mental kita.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta
Penting untuk memahami mengapa kita sering menunda pekerjaan dan bagaimana perilaku ini bisa berakar dari berbagai faktor psikologis.
Prokrastinasi adalah tindakan menunda tugas yang seharusnya dikerjakan tepat waktu. Banyak faktor yang menyebabkan perilaku ini, seperti rasa takut gagal dan perfeksionisme.
Rasa cemas dan kurangnya motivasi juga sering menjadi pemicu menunda. Saat dihadapkan pada tugas yang sulit atau tidak menyenangkan, individu cenderung mencari cara untuk menghindar.
Menurut penelitian, beberapa orang merasa tertekan dengan tenggat waktu yang mendekat. Ketidaknyamanan ini sering kali membuat mereka lebih memilih untuk menunda dan alih perhatian ke aktivitas lain.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Menunda dapat menyebabkan stres berkepanjangan. Proses ini biasa membuat individu merasa terbebani ketika tenggat waktu semakin dekat, sekaligus menimbulkan rasa bersalah.
Gabungan stres dan rasa bersalah yang muncul sering berdampak negatif pada suasana hati dan produktivitas. Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan ini dapat memperburuk gejala kecemasan dan depresi.
Anna Schaffner, seorang psikolog, menegaskan, "Prokrastinasi bukan hanya tentang menghindari pekerjaan, tapi juga tentang mengelola emosi yang muncul saat kita dihadapkan pada tugas tersebut."
Ada beberapa pendekatan yang dapat diambil untuk mengatasi kebiasaan menunda. Salah satunya adalah membagi tugas besar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikelola.
Menetapkan tenggat waktu secara mandiri juga dapat menjadi cara efektif. Hal ini menciptakan kesadaran akan pentingnya menyelesaikan tugas tepat waktu.
Bergabung dengan komunitas atau mencari dukungan dari teman dapat mendorong motivasi. Lingkungan sosial yang positif mampu meningkatkan semangat individu untuk menyelesaikan pekerjaan.
Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: