Zohran Mamdani, Wali Kota New York Pertama yang Dilantik dengan Al-Quran Bersejarah
Zohran Mamdani, wali kota terpilih New York, akan dilantik dengan Al-Quran berusia berabad-abad. Ini menjadi sebuah momen bersejarah bagi kota yang mencerminkan keberagaman di tingkat pemerintahan.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang
Mamdani bukan hanya menjadi wali kota pertama yang beragama Muslim, tetapi juga yang berasal dari Asia Selatan dan kelahiran Afrika, yang menandakan langkah maju dalam representasi di pemerintahan setempat.
Pelantikan Mamdani dijadwalkan berlangsung segera setelah tengah malam di sebuah stasiun kereta bawah tanah yang telah ditutup, di bawah Balai Kota. Lokasi ini memiliki makna sejarah tersendiri yang melukiskan perjalanan panjang kota ini.
Dengan pelantikan ini, Mamdani diharapkan tidak hanya menjadi simbol keberagaman tetapi juga mendorong representasi yang lebih luas di tingkat pemerintahan. Sebagai anggota Partai Demokrat, ia dikenal fokus pada isu-isu keterjangkauan dan aksesibilitas perumahan.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni: Polisi Kembali Barang yang Hilang
Dalam upacara tersebut, Mamdani akan meletakkan tangannya di atas tiga Al-Quran—dua dari kakek-neneknya dan satu manuskrip berharga dari akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19. "Al-Quran kecil ini menyatukan unsur-unsur iman dan identitas dalam sejarah Kota New York," ujar Hiba Abid, kurator di Perpustakaan Umum New York.
Mamdani, sebagai seorang Muslim yang aktif di komunitas, sering terlihat menghadiri masjid-masjid di seluruh kota untuk membangun dukungan di kalangan pemilih Muslim dan Asia Selatan. Hal ini memperkuat komitmennya terhadap identitas dan nilai-nilai yang dianutnya.
Pelaksanaan oath-taking menggunakan Al-Quran telah memicu reaksi dari berbagai kelompok, termasuk Senator AS Tommy Tuberville yang mengungkapkan kekhawatiran melalui media sosial. Hal ini menunjukkan masih adanya tantangan yang harus dihadapi dalam membawa keberagaman ke ruang publik.
Dewan Hubungan Amerika-Islam mengklaim Tuberville sebagai ekstremis anti-Muslim karena pandangan diskriminatifnya. Hiba Abid berharap bahwa perhatian yang ditimbulkan oleh upacara ini dapat meningkatkan pengetahuan tentang koleksi perpustakaan yang merekam sejarah Islam di New York.
Baca juga: Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy Dengan Beberapa Trik Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: