Putin Peringatkan Balasan Terkait Serangan Drone Ukraina ke Kediamannya
Presiden Rusia, Vladimir Putin, memperingatkan bahwa serangan drone Ukraina terhadap kediamannya di Novgorod tidak akan dibiarkan begitu saja. Ia menekankan pentingnya respons dari Rusia dalam situasi yang semakin memanas ini.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Dengarkan Aspirasi Mahasiswa dalam Pertemuan di Senayan
Peringatan tersebut disampaikan dalam percakapan telepon dengan Presiden AS, Donald Trump, yang membahas kondisi terkini konflik di Ukraina dan dampaknya terhadap hubungan internasional.
Serangan drone yang diluncurkan oleh Ukraina terjadi setelah pertemuan antara Trump dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, di Florida. Rusia melalui Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov menyatakan bahwa sebanyak 91 drone terlibat dalam serangan tersebut.
Dalam pengumuman resminya, Lavrov menegaskan bahwa insiden tersebut mendorong Rusia untuk mengevaluasi kembali strategi dan posisi mereka dalam perundingan damai dengan Ukraina. Namun, Rusia tetap berkomitmen untuk melanjutkan dialog dengan Amerika Serikat.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Melanjutkan Perjalanan ke China Usai Kerusuhan
Selama komunikasi antara Putin dan Trump, Putin mengungkapkan ketidakpuasan terkait serangan yang diarahkan ke kediamannya. Yuri Ushakov, ajudan Putin, menyampaikan bahwa
Trump tampak terkejut dan sangat marah atas insiden ini.
Ushakov juga menambahkan bahwa meskipun ketegangan meningkat, dialog antara Putin dan Trump akan dilanjutkan untuk mencari solusi yang lebih konstruktif dalam menyelesaikan konflik di Ukraina.
Menanggapi klaim serangan dari Rusia, Presiden Zelenskyy menyatakan bahwa pernyataan Lavrov merupakan upaya untuk merusak kemajuan diplomasi yang telah dilakukan bersama Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak hanya tidak berdasar, tetapi juga bisa menjadi justifikasi bagi Rusia untuk melancarkan serangan baru ke wilayah Ukraina.
Zelenskyy menekankan perlunya mengakhiri perang dan menuduh Rusia enggan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai perdamaian yang diinginkan oleh kedua belah pihak.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: