Tragedi Kebakaran di Panti Jompo Manado: 16 Nyawa Melayang
Sebanyak 16 penghuni Panti Jompo Werdha Damai di Manado meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi pada Senin malam, 29 Desember 2025.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru Peroleh Sorotan Tajam dari Komnas HAM dan DPR
Keadaan yang kritis saat kebakaran membuat banyak dari mereka terjebak di dalam kamar dan tidak mampu menyelamatkan diri.
Kebakaran yang melanda Panti Jompo Werdha Damai telah menciptakan tragedi memilukan bagi masyarakat setempat. Sekitar pukul 20:00 WIB, laporan kebakaran diterima oleh pihak pemadam kebakaran.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Manado, Charles Jemmy Rotinsulu, menjelaskan bahwa api sudah membesar begitu mereka tiba. "Ketika kami datang memang apinya sudah besar sehingga kemungkinan dugaan kami, mereka terkurung atau tidak bisa keluar dari lokasi, karena api dan asap dari dalam," tambahnya.
Tim pemadam kebakaran yang diberangkatkan terdiri dari tiga armada dan 25 personel, berusaha keras untuk memadamkan api dan mengevakuasi penghuni panti. "Rata-rata lansia juga, ketika dievakuasi banyak yang di tempat tidur," jelas Jemmy.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis
Akibat dari kebakaran tersebut, identifikasi korban dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara. Dari total 16 orang yang meninggal, 14 orang berhasil diselamatkan dan kini berada di RSUD Kota Manado.
"Yang selamat ada 16 orang. 14 orang saat ini lagi di Rumah Sakit Daerah (RSUD) Kota Manado dan dua orang dirujuk," ungkap Jemmy, menjelaskan situasi terkini.
Pihak kepolisian masih menjalankan penyelidikan untuk mengetahui asal api. "Sampai pagi pihak kepolisian masih menyelidiki api tersebut berasal dari mana," tambahnya.
Kejadian ini memberikan dampak sosial yang mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat setempat. Banyak yang berharap agar institusi terkait bisa meningkatkan sistem keamanan di panti jompo untuk mencegah tragedi serupa.
Kebanyakan korban merupakan lansia, yang menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dan lembaga sosial untuk memperhatikan kelompok rentan ini.
"Rata-rata korban terkurung, karena sudah lanjut usia dan agak kebingungan untuk keluar," terang Jemmy, menyoroti tantangan bagi penghuni panti jompo dalam situasi darurat.
Baca juga: Finfluencer: Solusi Modern untuk Memperbaiki Keadaan Finansial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: