Dokumen Kependudukan Korban Bencana Diurus Gratis Sesuai Instruksi Presiden
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan bahwa pengurusan dokumen kependudukan bagi korban bencana akan dilakukan tanpa biaya, sesuai instruksi dari Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kematian Ojol: Kompol Cosmas Dinyatakan Melanggar Etika
Dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Prasetyo menekan pentingnya pencegahan praktik eksploitasi di tengah situasi bencana.
Dalam konferensi pers mengenai Pemulihan dan Rencana Strategis Pascabencana, Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa instruksi Presiden adalah untuk memudahkan akses bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Ia menyampaikan, 'Tentunya mohon disampaikan juga terima kasih kepada seluruh jajaran Kemendagri dan atas petunjuk Bapak Presiden tadi sudah disampaikan bahwa berkenaan dengan masalah pengurusan kembali seluruh dokumen-dokumen yang dimiliki oleh masyarakat memang diminta untuk tidak dipungut biaya.'
Pernyataan ini bertujuan untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi korban bencana dalam mengurus dokumen kependudukan mereka yang hilang atau rusak.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Prasetyo juga menekankan perlunya pengawasan dari Kemendagri dalam proses pengurusan dokumen. Ia memohon agar ada monitorisasi yang ketat terhadap pelaksanaan instruksi tersebut.
'Tetapi juga kami memohon diberikan catatan Pak Mendagri untuk dilakukan monitoring dan supaya di dalam pelaksanaannya tidak ada oknum-oknum yang di lapangan nanti memanfaatkan situasi,' tambahnya.
Langkah ini diharapkan dapat memastikan bahwa masyarakat tidak dieksploitasi oleh pihak tertentu selama masa sulit ini, dan proses pengurusan dokumen dapat berjalan lancar dan transparan.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa sejak 15 November, pihaknya telah mendata dokumen yang hilang akibat bencana.
'Kemudian kami juga melaksanakan dukungan untuk dukcapil. Kita tahu bahwa banyak dokumen-dokumen yang hilang,' ujarnya.
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini hampir semua pelayanan dukcapil beroperasi dengan baik, meski ada beberapa daerah seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Langsa yang mengalami kendala dalam pemulihan.
Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: