Pengaruh Kesehatan Usus terhadap Kesehatan Mental
Kesehatan usus ternyata berperan besar dalam kesehatan mental kita. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mikrobiota usus dapat mempengaruhi suasana hati dan perilaku sehari-hari.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuan Istimewa di DPR
Hal ini membuka perspektif baru dalam pengobatan masalah mental, seperti depresi dan kecemasan, yang dapat diatasi dengan menjaga kesehatan usus.
Mikrobiota usus merupakan komunitas mikroorganisme yang berada di dalam sistem pencernaan. Mereka memiliki peran penting dalam proses pencernaan serta menjaga kekebalan tubuh.
Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian menemukan bahwa mikrobiota usus juga dapat memengaruhi sistem saraf pusat, menjadikannya berpengaruh pada fungsi otak.
Bakteri baik dalam usus dapat memproduksi neurotransmitter seperti serotonin yang berkaitan dengan suasana hati, sehingga kesehatan usus dapat berkontribusi pada kesejahteraan mental.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Beberapa studi menunjukkan bahwa orang dengan depresi sering mengalami ketidakseimbangan mikrobiota usus. Ketidakseimbangan ini dapat memengaruhi hormon dan neurotransmitter yang krusial bagi mood.
Penelitian juga menemukan bahwa konsumsi probiotik berpotensi meringankan gejala depresi. Probiotik adalah bakteri baik yang dapat membantu memperbaiki keseimbangan mikrobiota usus.
Menjaga pola makan yang kaya serat dan mengandung probiotik bisa menjadi langkah awal dalam menangani masalah kesehatan mental seperti depresi.
Seperti depresi, kecemasan juga terkait erat dengan kesehatan usus. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ketidakseimbangan mikrobiota dapat memicu gejala kecemasan.
Orang dengan gangguan kecemasan diketahui memiliki komposisi mikroba yang berbeda dibandingkan mereka yang tidak mengalaminya. Kesehatan usus yang baik mungkin dapat mengurangi gejala ini.
Mengonsumsi makanan yang baik untuk kesehatan usus, seperti yogurt, tempe, dan sayuran fermentasi, bisa membantu menurunkan tingkat kecemasan.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: